Ini Progres Pembangunan Pembangkit Listrik di RI

Ilustrasi (Sumber: detiknews/dok PLN)

ATAMBUA, NTT, Baranews.co – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mengklaim seluruh sistem kelistrikan besar di Indonesia saat ini hampir sudah tidak ada lagi pemadaman karena kekurangan daya. Bahkan terdapat beberapa wilayah yang mengalami surplus daya yang cukup.

Demikian dismpaikan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam sambutan yang dibacakan Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Djoko R Abumanan, yang menjadi inspektur Upacara HUT ke-72 RI di Pos Batas Lintas Negara (PBLN) Mota’ain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/8/2017).

Selain itu, lanjut Sofyan, PLN sedang menyelesaikan tugas dari pemerintah yaitu proyek 35.000 Mega Watt untuk pembangkit, beserta pembangunan jaringan transmisi sepanjang 46.811 kilometer sirkuit dan penambahan gardu induk 109.199 Mega Volt Ampere.

Di Sumatera, menurutnya, saat ini telah terbangun tol listrik 500 kilo Volt dan 275 kilo Volt untuk mendukung evakuasi daya pembangkit besar di Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Tengah menuju Sumatera Bagian Utara sepanjang 1.474 kilo meter sirkuit. Sedangkan di Jawa dan Bali, terdapat surplus daya yang cukup besar sekitar 7.000 Mega Watt yang siap untuk dimanfaatkan.

Lanjut ke Kalimantan. PLN membangun 112 Mega Watt pembangkit dari program 35.000 Mega Watt yang sudah komisioning dan siap beroperasi. Di Sulawesi dan Nusa Tenggara, tambahan kapasitas gardu induk sebesar 1.070 Mega Volt Ampere yang sudah operasi akan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

“Di Maluku dan Papua, tambahan 117 mesin PLTD baru telah menambah daerah yang teraliri listrik dan untuk penguatan sistem,” urai Sofyan.

PLN juga telah melakukan upaya dalam rangka pemerataan layanan listrik ke seluruh pelosok nusantara. Saat ini, telah tersebar 722 mesin PLTD di 241 lokasi dengan kapasitas 443 MW di daerah terpencil dan pulau terluar di seluruh Indonesia yang sebagian sudah beroperasi.

Dengan ketersediaan dan kecukupan daya ini diharapkan unit-unit PLN lebih gencar dalam meningkatkan penjualan dengan tetap diiringi penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP).

“Dengan berbagai upaya yang telah kita lakukan ini, diharapkan rasio elektrifikasi sampai dengan tahun 2019 mencapai 97,4%,” cetus mantan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) tersebut.

Dalam kesempatan itu Sofyan juga kembali mengingatkan pegawai PLN bahwa peran PLN sangat penting dalam upaya memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Listrik adalah salah satu pendorong perekonomian. Keberadaan listrik di suatu daerah akan membawa dampak bagi kemajuan daerah tersebut.

“Berbagai kegiatan akan tumbuh, industri kecil, menengah bahkan besar akan muncul dan memberikan lapangan pekerjaan. Ketersediaan energi listrik akan menciptakan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (irw/mkj)/Irwan Nugroho – detikFinance/if

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*