Terduga Teroris yang Ditangkap Terlibat Pengiriman Orang ke Filipina dan Suriah

Suasana rumah terduga teroris di Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jumat (11/8/2017). Pasca digerebek rumah terlihat sepi. (Sumber: TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI )

JAKARTA, Baranews.co – Tak seperti biasanya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris tidak di kawasan padat penduduk atau daerah terpencil.

Kali ini penangkapan terhadap terduga teroris bernama Saka Panji Trisno dilakukan di kawasan kompleks perumahan klas menengah, Cluster Melia Grove, Blok GM I No 25, Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (11/8/2017) pagi.

Pria berusia 39 tahun tersebut diduga berperan sebagai pihak yang memberangkatkan orang-orang ke wilayah konflik di Suriah dan Filipina Selatan.

Sehari sebelumnya, personel Densus 88 Antiteror melakukan pengintaian terhadap Saka.

Selanjutnya pada pukul 07.30 WIB, Jumat, Densus 88 menyergap Saka saat akan mengantar anaknya ke sekolah.

Kemudian dilakukan penggeledahan oleh tim identifikasi Polres Tangerang Selatan dipimpin AKP Alexander.

Rumah kontrakan terduga teroris di Cluster Melia Grove RT 03 / RW 23 Blok GM 1 No. 25 Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Rumah kontrakan terduga teroris di Cluster Melia Grove RT 03 / RW 23 Blok GM 1 No. 25 Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

“Terduga teroris SPT (Saka Panji Trisno) disergap anggota (polisi) di depan rumahnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Rumah tersebut merupakan milik Doni Wahyudi yang disewa SPT sejak setahun lalu. Saka tinggal di rumah itu bersama istri dan dua orang anaknya.

Seorang warga setempat, Isan, mengatakan pada saat penangkapan istri Saka tengah hamil tua.

“Istrinya lagi hamil. Dia (SPT) mengontrak di sini baru sekira satu tahun,” ujar Isan.

Isan mengungkapkan penangkapan Saka sedang membonceng anaknya menggunakan sepeda motor.

“Dia ditangkap saat naik motor mau antar anaknya sekolah,” ucapnya.

Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Bachtiar Alfonso, mengatakan sejumlah barang milik Saka diamankan sebagai barang bukti, di antaranya sejumlah buku mengenai jihad.

Penangkapan terduga teroris juga dilakukan di Kabupaten Muarojambi, Provinsi, Jambi.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, kedua terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Desa Kasang Pudak, Kabupaten Muarojambi, Kamis (10/8/2017).

Hasil pemeriksaan sementara keduanya berafiliasi dengan organisasi Jamaah Anshor Khilafah (JAK), satu di antara pendukung ISIS di Indonesia.

“Kedua terduga teroris yang diamankan di Muarojambi tersebut sudah setahun terpantau pernah latihan di Riau dan kembali lagi ke Jambi. Sekitar beberapa bulan lalu terpantau oleh tim Densus 88 dan kemudian diamankan,” kata Kapolda Priyo Widyanto, di Jambi, Jumat.

Saat ini tersangka SL (38) dan RH (39) masih menjalani pemeriksaan oleh tim Densus 88 di Mako Brimob Polda Jambi dan belum diketahui pasti keterlibatan dan peran keduanya dalam jaringan teroris.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, mengatakan para terduga teroris itu diduga terlibat dalam memberangkatkan sejumlah orang ke Filipina.

“Keterlibatan mereka adalah melakukan upaya pengiriman orang-orang ke Filipina,” kata Martinus.

Terduga teroris yang diamankan itu yakni berinisial SL (38) dan RH (39). Selain itu kedua diduga terlibat pembuatan bahan peledak. (wartakota/dik/tribunjambi)/tribunnews.com/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*