LIGA INGGRIS: Waspadai “Jebakan” Pertama, Start Buruk Menjadi “Penyakit Lama” Arsenal

Sumber: TSM Plug

“The Gunners” akan menjamu Leicester, juara Liga Inggris musim 2015-2016, di Stadion Emirates dini hari nanti. Manajer Arsenal Arsene Wenger telah mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak meremehkan Leicester, tim yang musim lalu finis ke-12. Wenger, manajer tertua di Liga Inggris, tidak ingin timnya mengulangi kesalahan pada musim-musim sebelumnya yang berbuah kegagalan bertubi-tubi meraih trofi juara.

Dalam empat musim terakhir, tiga kali Arsenal tumbang di laga perdana Liga Inggris. Musim lalu, di Emirates, mereka menyerah 3-4 dari Liverpool. Lalu, dua musim sebelumnya, giliran tim tetangga, West Ham United, yang mempermalukan mereka di kandang. The Gunners lagi-lagi terpeleset di laga perdana musim 2013-2014. Mereka takluk 1-3 dari Aston Villa di Stadion Emirates. Jebakan pertama di awal musim itu perlu disiasati.

“Kami memiliki sejarah start buruk di empat musim terakhir. Namun, kali ini kami punya intensitas persiapan yang baik. Kami harus menemukan keseimbangan antara percaya diri (tinggi) dan hal-hal penting yang dibutuhkan menghadapi laga seperti ini,” kata Wenger.

Manajer yang baru saja memperpanjang kontrak dua tahun di Arsenal itu boleh saja optimistis. Persiapan pramusim mereka tidaklah buruk. Dari enam uji coba, empat kali mereka menang, termasuk atas Bayern Muenchen melalui adu penalti di International Champions Cup. Arsenal meraih trofi pertama, yaitu Community Shield, juga lewat adu penalti atas Chelsea.

Hadirnya striker baru, Alexandre Lacazette, pemain termahal sepanjang sejarah The Gunners, menambah optimisme klub London itu. Hadirnya striker yang dibeli 52 juta pounds atau Rp 900 miliar itu mengakhiri pencarian Arsenal akan sosok predator gol yang lincah. Striker yang disebut-sebut titisan legenda Arsenal, Ian Wright, itu telah mencetak gol di laga debut saat menghadapi Sydney FC, Juli lalu.

Rekrutan baru Arsenal lainnya, Sead Kolasinac, juga langsung menyatu dengan tim. Bek sayap yang diperoleh gratis dari Schalke 04 itu menjadi pahlawan Arsenal pada laga Community Shield. Kolasinac tidak hanya memiliki fisik tangguh untuk beradu dengan penyerang lawan, tetapi juga punya naluri menyerang dan mencetak gol.

“Dia seperti tank. Dia sulit dilewati. Saya yakin, kekuatan fisiknya akan menjadi kunci bagi kami di musim ini. Dia adalah rekrutan hebat untuk kami di musim ini,” ujar Theo Walcott, penyerang Arsenal.

Badai cedera

Syarat lain bagi Arsenal untuk merebut trofi adalah kemampuan mengatasi masalah cedera. Arsenal kerap dihantui masalah inkonsistensi karena badai cedera pemain.

Saat ini, setidaknya delapan pemain mereka tengah dibekap cedera, termasuk Alexis Sanchez dan Mesut Oezil. Sanchez, lumbung gol Arsenal musim lalu, kemungkinan absen dua pekan.

Untuk itu, Wenger kemungkinan menurunkan pemain yang sama seperti laga Community Shield. Chamberlain dan Alex Iwobi diplot untuk mengisi tempat Sanchez dan Oezil. Wenger pun bisa kembali mengandalkan pola 3-4-2-1, formasi yang terinspirasi dari Chelsea, saat menghadapi Leicester. Pola itu terbukti jitu. Arsenal menang tujuh kali dari delapan laga Liga Inggris terakhir musim lalu berkat pola baru itu.

Seperti Arsenal, Leicester tidak diperkuat sejumlah pemain penting, seperti duo gelandang Danny Drinkwater dan Vicente Iborra. Kondisi itu memaksa Manajer Leicester Craig Shakespeare memutar otak ketika bertandang ke markas Arsenal.

“Tentu saja saya harus mengganti rencana karena saya tidak lagi punya gelandang yang sangat berpengalaman. Namun, skuad kami cukup besar untuk mengatasi masalah ini,” ujar Shakespeare tetap optimistis.

Pilihan Shakespeare di lini tengah terbatas pada Wilfred Ndidi, Matty James, Andy King, dan Daniel Amartey yang selama pramusim selalu tampil di lini pertahanan.

Namun, di lini depan Shakespeare memiliki striker muda Kelechi Iheanacho. Mantan bomber Manchester City itu membuktikan bisa bekerja sama dengan Jamie Vardy saat menang 2-1 atas Borussia Moenchengladbach pada laga pramusim. (AFP/Reuters/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*