HARI SANTRI NASIONAL: Santri Nusantara Teguhkan Komitmen Antiradikalisme

Sumber: Harian KOMPAS

JAKARTA, Baranews.co – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan logo baru Hari Santri Nasional 2017  (10/8). Peringatan Hari Santri untuk yang ketiga kalinya ini menjadi momentum penegasan tiada tempat bagi ideologi khilafah dan radikalisme atas nama agama bagi santri Nusantara.

Ketua panitia Hari Santri (Hasan) 2017 Ahmad Athoillah mengatakan, santri Nusantara tidak anti Pancasila dan anti nasionalisme. Melalui Hasan 2017, para santri Nusantara diingatkan untuk tidak menyebar kebencian kepada negara dan wajib menjaga NKRI tanpa berselisih dengan kelompok etnis, suku, ras, dan pemeluk agama lain.

“Ini juga sekaligus menjadi penegasan bahwa radikalisme atas nama agama bukan mazhab dari santri Nusantara,” ujar Ahmad Athoillah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj mengatakan untuk mengisi kemerdekaan sudah tidak waktunya lagi berdebat mengenai dasar negara dan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila, Aqil, sudah mutlak. Saat ini hal yang harus dilakukan adalah bagaimana memperkuat, mendalami, dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila.

Secara terpisah, Direktur Pusat Studi Agama dan Kebudayaan (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Irfan Abubakar mengatakan, komunitas santri di Indonesia harus mampu menunjukkan komitmen keagamaan itu selaras dengan komitmen kebangsaan. Komitmen kebangsaan, menurut Irfan, bukan sekadar mencintai Tanah Air, konstitusi, antiradikalisme, dan setia tehadap Pancasila.

Hal yang tidak kalah penting bagi Irfan adalah dari sisi kemajemukan. Irfan berharap, komunitas santri bisa lebih kuat lagi membuktikan bahwa mereka adalah pengawal dari kemajemukan. Santri dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), kata Irfan, sangat menonjol dalam hal tersebut dengan ikon Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Yang lebih dalam lagi adalah komitmen terhadap nilai nilai Pancasila yang mencerminkan integritas pribadi seorang santri yang bersih. ketika berada di pemerintahan mereka menerapkan good governanceantikorupsi. Bukan sekadar mendapatkan peran yang lebih besar dalam konstelasi politik dan ekonomi. Sehingga yang lain merasa kehadiran santri merupakan bentuk berkah atau kemaslahatan,” tutur Irfan. (DD10)/Harian KOMPAS

1 Trackback / Pingback

  1. Santri Nusantara Teguhkan Komitmen Antiradikalisme – baranews - Kawal Pemilu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*