Mau Bahagia Lebih Langgeng, Carilah Pasangan Sebaya

Sebuah penelitian menemukan bahwa pasangan beda usia jauh tidak akan bahagia dalam jangka panjang. (Sumber: australiaplus.com/Pixabay: Tu Anh)

Jika Anda mencari kebahagiaan yang langgeng, mungkin ada baiknya Anda mencari pasangan yang sebaya atau dekat dengan usia Anda sendiri.

COLORADO, AS, Baranews.co – Demikian salah satu benang merah yang bisa ditarik dari hasil penelitian yang baru diterbitkan mengenai kepuasan perkawinan bagi pasangan usia yang berbeda.

Laporan yang diterbitkan dalam “Journal of Population Economics” itu, ditulis bersama oleh Wang-Sheng Lee dari Deakin University di Melbourne dan Terra McKinnish dari University of Colorado.

“Banyak orang percaya mereka akan lebih bahagia dengan pasangan yang lebih muda,” ujar Dr Lee kepada Richelle Hunt dan Brian Nankervis dari ABC Radio Melbourne.

“Semua orang telah mendengar aturan setengah usia Anda-plus-tujuh. Orang pikir bisa diterima jika memiliki pasangan yang lebih muda,” katanya.

“Yang lebih menarik dari perspektif kami adalah bagaimana kebahagiaan perkawinan ini berkembang dari waktu ke waktu bagi pasangan yang berbeda usia,” kata Dr Lee.

Kepuasan jangka pendek

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari survei HILDA dari Melbourne Institute. Survei mengikuti kehidupan lebih dari 17.000 warga Australia.

Ditemukan bahwa pengantin baru, baik laki-laki atau perempuan, kurang puas dengan pasangan mereka yang lebih tua.

Baik pria maupun wanita lebih puas saat pasangan mereka lebih muda, namun kepuasan tersebut ternyata berumur pendek.

“Tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhapus setelah sekitar enam sampai 10 tahun (berumah tangga), karena tampaknya mereka lebih rentan secara finansial,” kata Dr Lee.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan bahwa pasangan dengan selisih usia yang besar lebih mungkin hidup dengan penghasilan tunggal.

“Ini juga bisa berkontribusi pada mereka yang lebih rentan secara finansial jika terjadi sesuatu yang buruk,” jelasnya.

Bukan soal Trump atau Clooney

Dr Lee mengatakan satu kemungkinan penjelasan untuk temuan tersebut yaitu bahwa pasangan yang lebih sebaya memiliki pengalaman serupa yang lebih banyak.

“Kami percaya bahwa pasangan yang memiliki usia sebaya lebih cenderung membicarakan rencana masa depan, karena mereka memiliki fase karir dan kehidupan yang serupa,” jelasnya.

Dia mengatakan studi tersebut memang melihat rata-rata populasi yang disurvei, dan mengakui bahwa setiap hubungan individu terbilang unik.

“Ini bukan menyangkut Presiden Prancis, Donald Trump, George Clooney atau selebriti Hollywood lainnya. Kami hanya menyatakan sesuatu tentang pasangan Australia secara umum,” katanya. (Simon Leo Brown/ABC News/B: Farid M. Ibrahim/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*