Lorenzo Disuruh Ganti Motor, Tim Malah Tak Siap

Dalam balapan itu Lorenzo sempat memimpin secara singkat, sebelum para pembalap berbondong-bondong masuk pitlane mengganti motor dengan ban slick -- dipicu oleh keputusan serupa yang diambil Marc Marquez pada putaran kedua dan terbukti membuatnya paling kencang.

Brno, Baranews.co – Jorge Lorenzo menuduh timnya sendiri telah menghancurkan peluangnya untuk menang di Grand Prix Cheska, Minggu (6/8), karena dia diminta mengganti motor namun ternyata motor pengganti belum disiapkan.

Dalam balapan itu Lorenzo sempat memimpin secara singkat, sebelum para pembalap berbondong-bondong masuk pitlane mengganti motor dengan ban slick — dipicu oleh keputusan serupa yang diambil Marc Marquez pada putaran kedua dan terbukti membuatnya paling kencang.

Ducati merespons strategi Marquez itu dengan memanggil masuk Lorenzo dan dia masuk bersama rombongan pertama setelah Marquez.

Motor penggantinya ternyata belum siap sehingga dia harus menunggu lebih lama dibandingkan yang lain. Sudah begitu, setelan motornya juga tidak sempurna dan akhirnya dia hanya mampu finis ke-15.

“Masalah kami adalah penundaan dalam menyiapkan motor untuk kondisi kering,” kata Lorenzo.

“Penundaan ini memberi keuntungan bagi Marquez karena mereka sudah merencanakan sebelumnya, mungkin bahkan ketika masih di grid (untuk menyiapkan motor pengganti).”

“Hanya tiga tikungan menjelang pit saya menerima sinyal di papan, jadi saya mengira motornya sudah siap, tetapi ternyata belum. Melihat Marc begitu kencang, tim memutuskan untuk mengambil risiko memasang sinyal tersebut sebelum kami makin tertinggal beberapa detik.”

“Ketika saya masuk pit, saya melihat tim masih menggarap motornya, mengganti suspensi, memasang setelan yang tepat. Motornya terasa aneh, dan mereka bilang ke saya setelannya adalah setengah basah setengah kering, itulah sebabnya saya tidak bisa lebih kencang.”

Rekan setimnya, Andrea Dovizioso, juga terjebak dalam situasi ketika trek mengering lebih cepat dari dugaan, dan dia harus menunda satu putaran agar motornya siap, menghindari kesalahan seperti yang menimpa Lorenzo.

Berharap Hujan
Meskipun biasanya Lorenzo kesulitan dalam kondisi hujan, dia mengklaim bahwa peluang terbaiknya untuk menang di Brno justru kalau kondisi trek basah.

“Motornya memberi saya rasa percaya diri bahwa kalau hujan dan ada genangan saya bisa sangat kencang. Kami tidak beruntung karena 15 menit sebelum grand prix dimulai, treknya mulai kering,” kata pembalap Spanyol itu.

“Kondisi hujan akan memberi situasi yang sempurna agar saya akhirnya bisa menang pertama kali bersama Ducati. Hari ini saya bisa merasakan peluang itu.”

“Namun tahun ini saya telah membuat banyak kesalahan, dan kali ini mereka (kru tim) yang membuat kesalahan. Kami harus bisa menerima itu.”

Sumber: Motorsport.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*