Pilkada 3 Provinsi Penting untuk 2019, Partai Tak Akan Asal-asalan Mengusung Calon

Ilustrasi (Sumber: harian TERBIT)

JAKARTA, Baranews.co – Kemenangan pada pilkada di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang akan digelar tahun 2018 diyakini menjadi modal penting partai politik untuk meraih kesuksesan pada Pemilu 2019. Oleh karena itu, pilkada di tiga provinsi itu menjadi prioritas partai.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Agustin Teras Narang (1/8), mengatakan, jumlah penduduk terbanyak sekaligus calon pemilih pada pemilu legislatif atau pemilu presiden 2019 berada di tiga provinsi tersebut. Oleh karena itu, apabila calon kepala/wakil kepala daerah yang diusung PDI-P di tiga provinsi tersebut bisa memenangi pilkada, potensi suara pemilih yang besar kemungkinan bisa direbut untuk Pemilu 2019.

Citra partai akan terdongkrak jika menang pilkada di tiga daerah itu. Kepala daerah terpilih pun nantinya bisa ikut membantu meyakinkan calon pemilih untuk memilih PDI-P pada Pemilu 2019. Apalagi jika kinerja kepala daerah terpilih berhasil memuaskan publik, hal itu akan mempermudah partai meraih suara lebih banyak pada Pemilu 2019.

Oleh karena itu, tambah Agustin, PDI-P tidak akan asal-asalan dalam mengusung calon pada pilkada di tiga provinsi tersebut. Pilkada di tiga provinsi itu prioritas, tetapi tidak mengabaikan pilkada di 14 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang juga digelar tahun 2018. Upaya pemenangan calon yang diusung partai di setiap pilkada akan dimaksimalkan,” katanya.

Seperti PDI-P, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi juga tak akan asal-asalan memilih calon yang akan diusung di pilkada tersebut. Aspek kapasitas, integritas, dan akseptabilitas calon menjadi pertimbangan utama.

PPP, tambahnya, juga menyadari pentingnya memenangi pilkada di tiga provinsi tersebut. Dia bahkan menilai pilkada di ketiga daerah tersebut menjadi pertaruhan partai untuk Pemilu 2019.

Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan, merujuk pada daftar pemilih Pemilu 2014, sebanyak 48 persen calon pemilih berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dengan komposisi jumlah pemilih yang besar, wajar jika ada pandangan bahwa kemenangan dalam pilkada di tiga provinsi itu bisa memudahkan partai untuk meraih kesuksesan pada Pemilu 2019.

Meski demikian, dia mengingatkan, tidak selamanya hasil di pilkada berkorelasi dengan hasil di pemilu legislatif ataupun pemilu presiden. Sebab, preferensi pemilih di pilkada, pemilu legislatif, ataupun pemilu presiden sering kali berbeda. Oleh karena itu, kemenangan pada pilkada di tiga provinsi bukan menjadi kunci utama meraih kesuksesan pada Pemilu 2019. (APA)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*