Surat Ratu Inggris Dan Gubernur Jenderal Australia Diminta Diungkap

Surat-surat ini digambarkan sebagai ‘informasi terakhir’ dari pemberhentian Pemerintahan Whitlam. (Sumber: australiaplus.com/Supplied: National Library of Australia / Reuters: Hannah McKay

Sebuah kasus penting sedang disidangkan di Pengadilan Federal Australia untuk menentukan apakah korespondensi antara Ratu Inggris dengan Gubernur Jenderal Australia, mengenai pemberhentian pemerintahan Gough Whitlam di tahun 1975, harus diungkap ke publik.

Baranews.co – Kasus tersebut berpusat pada apakah korespondensi, yang dikenal sebagai “surat istana”, itu bersifat pribadi dan harus tetap dirahasiakan, atau merupakan bagian dari catatan institusi Persemakmuran dan harus diungkap untuk kepentingan umum.

Anak laki-laki Gough Whitlam, Anthony Whitlam QC, sedang mengajukan kasus agar dokumen itu dipublikasikan untuk publik oleh Arsip Nasional Australia.

Penulis biografi Whitlam yang juga seorang akademisi, Profesor Jenny Hocking, telah mengungkap kasus ini, yang dilakukan untuk mendapatkan akses ke sesuatu yang ia gambarkan sebagai “informasi terakhir dari” pemberhentian tersebut.

Surat-surat tersebut diembargo sampai setidaknya tahun 2027, dengan Ratu Inggris memegang hak veto terakhir atas pengungkapan mereka setelah tahun tersebut.

Anthony Whitlam, pria yang sangat tinggi seperti ayahnya, menyampaikan argumennya dengan nada yang jelas dan tegas, tanpa basa-basi.

Sir John Kerr adalah Gubernur Jenderal saat pemberhentian Whitlam terjadi.
Sir John Kerr adalah Gubernur Jenderal saat pemberhentian Whitlam terjadi.  (National Archives)

Profesor Hocking sendiri berpendapat, Gubernur Jenderal adalah institusi Persemakmuran, dan oleh karena itu korespondensinya harus diungkap ke publik.

Tapi pengacara Arsip Nasional Australia, Thomas Howe QC, berpendapat ada “perbedaan tajam antara institusi Gubernur Jenderal dan Gubernur Jenderal itu sendiri”.

Ia mengatakan bahwa organisasi tersebut benar karena menjaga surat-surat tersebut tetap dirahasiakan.

Howe mengatakan bahwa pada tahun 1977, ketika Gubernur Jenderal Sir John Kerr menulis memoarnya, mantan sekretarisnya -yakni David Smith -menyalin satu set “surat istana” itu pada tengah malam.

Ia berpendapat bahwa episode tersebut menunjukkan sifat pribadi dan sensitif dari surat-surat tersebut, yang disimpan di brankas.

“Penyalinannya sangat ekspresif untuk menunjukkan pengakuan bahwa apa yang ia lakukan adalah memfasilitasi salinan lengkap mereka untuk Sir John Kerr karena itu tulisan Sir John dan bukan bagian dari catatan resmi,” kata Howe.

Dalam perjalanan ke persidangan, Profesor Hocking mengatakan bahwa surat-surat tersebut akan menyoroti peristiwa politik utama dalam sejarah dan yang “sangat penting bagi warga Australia”.

Ia mengatakan, sebagai hasil tindakan hukumnya, keputusan tentang apakah dokumen tersebut diungkap ke publik atau tidaj akan diputuskan oleh pengadilan Australia, bukan Ratu Inggris. (Michelle Brown/ab: Nurina Savitri/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*