Jokowi Jadi Presiden Pertama Hadiri Kongres Pancasila di UGM

Peserta aubade Kongres Pancasila IX di UGM, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/7/2017).(Sumber: KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S)

YOGYAKARTA, Baranews.co – Presiden Joko Widodo mendatangi Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jalan Persatuan, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/7/2017).

Kedatangan Presiden untuk menghadiri Kongres Pancasila IX yang diselenggarakan UGM.

Presiden yang akrab disapa Jokowi itu tiba bersama istrinya, Iriana Joko Widodo. Kedatangan keduanya disambut lagu berjudul “Bangun Pemudi Pemuda” yang dinyanyikan peserta aubade.

Jokowi sempat bersalaman dengan mahasiswa UGM yang hadir. Tak ayal mahasiswa UGM histeris ketika Jokowi mendekati mereka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Natsir, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X juga hadir dalam kongres itu.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengatakan, kedatangan Jokowi menjadi sejarah baru penyelenggaraan Kongres Pancasila yang sudah sembilan kali digelar. Acara itu digelar setiap tahun.

Menurut dia, Jokowi menjadi presiden pertama yang datang dalam Kongres Pancasila tersebut.

“Sejak kongres pertama Pada 2009, baru kali ini kongres dihadiri Presiden Republik Indonesia sehingga kehadiran presiden ini memberikan semangat api Pancasila di dalam jiwa,” kata Panut.

Panut mengatakan, terselenggaranya Kongres Pancasila hingga kesembilan kalinya itu merupakan komitmen UGM untuk mengajak komponen bangsa lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai luhur Pancasila.

Ia menambahkan, Pancasila adalah living ideologi yang hidup dan dipraktikan dalam pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

“Kami sadar dan paham dalam dinamika global memberikan tantangan kepada Pancasila. Oleh karena itu kami berusaha memahami tantangan itu dan mengatasi dgn baik dan efektif,” ucap Panut.

Panut menyebut, peserta kongres yang hadir adalah mahasiswa perwakilan dari berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Papua.

Tak hanya kalangan mahasiswa, siswa SD sampai SMA juga terlibat dalam kongres tersebut. Mereka terlibat sebagai peserta aubade Pancasila.

“Ini semua merupakan wujud semangat kita dalam menghayati Pancasila dalam kehidupan sosial ekonomi maupun budaya. Pancasila bukan hanya komitmen dari orang dewasa tetapi juga generasi muda,” tutur Panut. (Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*