Semua Orang Punya Potensi Jadi Diplomat, Kemlu Bumikan Diplomasi Indonesia di Dunia

Peserta Forum Tematis Bakohumas Pemerintah, dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri untuk Kepentingan Nasional”, di Ballroom Hotel Novotel, Tangerang, Banten, Selasa (18/7) pagi, berfoto bersama. (Sumber: setkab.go.id/Dina/Humas)

JAKARTA, Baranews.co – Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Niniek Kun Naryatie mengakui, ada masa dimana diplomasi itu merupakan pekerjaan yang sangat eksklusif dan hanya dilakukan oleh diplomat saja.

“Diplomat juga dulu adalah orang-orang yang berdarah biru, keturunan bangsawan, Aristokrat. Kesannya elit sekali, dan kerap kali itu dilakukan di istana-istana, di ruang ber-AC, orang-orang berjas, berdasi. Tapi sekarang ini diplomasi sudah bisa dilakukan oleh siapa pun juga” kata Niniek dalam sambutannya pada Forum Tematis Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Pemerintah, dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri untuk Kepentingan Nasional”,  Ballroom 1 – 2 Hotel Novotel, Kota Tangerang, Banten, Selasa (18/7) pagi.

Oleh karena itu, lanjut Niniek, menjadi tantangan Kementerian Luar Negeri membumikan diplomasi Indonesia di dunia internasional agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Menurut Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik itu, Kementerian Luar Negeri mempunyai tugas untuk terus mengingatkan kepada publik bahwa diplomasi sekarang tidak hanya dijalankan oleh negara. Tetapi juga oleh pelaku-pelaku non negara lainnya, termasuk masyarakat madani,  di antaranya termasuk juga Diaspora kita yang ada di luar negeri.

“Karena apa? Karena setiap warga negara Indonesia dalam batas kemampuan dan kapasitasnya adalah diplomat di mata internasional,” ungkap Niniek.

Diaspora Indonesia

Sementara itu Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widyastuti dalam sambutan pembukanya mengemukakan, bahwa Diaspora di seluruh dunia, ada di 65 negara, kurang lebih ada 8 juta orang.

“Ini artinya bangsa Indonesia pun dapat bersaing dengan warga dunia, memiliki kualitas SDM yang sebanding bahkan unggul di tengah-tengah persaingan dunia,” ujar Niken.

Diaspora, yang khususnya I-4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), lanjut Niken,  juga sangat luar biasa. Ia menilai, I-4 adalah para penemu, pemegang hak paten yang sangat luar biasa, yang berada di luar negeri.

“Kita sungguh sangat bangga memiliki Diaspora yang sangat luar biasa di luar negeri,” tegas Niken.

Niken meyakini, Para Diaspora di luar negeri juga  sangat cinta dengan Indonesia. Hanya tentunya kontribusi mereka perlu mendapat sambutan baik itu dari perusahaan atau lembaga-lembaga terkait yang ada di Indonesia.

Sedangkan Diaspora kelompok lain adalah buruh migran, yang kontribusinya kepada Indonesia sangat besar. “Mereka memberikan kontribusi mungkin lebih dari 10 miliar Dollar salama setahun. Itu adalah buruh migran atau tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan mereka juga orang-orang yang tidak hanya bekerja,” ungkap Niken.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo  itu meyakini, potensi dari Disapora/masyarakat Indonesia yang tinggal,bekerja, atau belajar di luar negeri sangat luar biasa.

Karena itu, kerjasama Kemenlu dengan Bakohumas diyakini akan membawa banyak manfaat dalam hal diseminasi informasi-informasi tentang pemberdayaan kepada masyarakat.

“Bakohumas mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Kita sekarang sudah bersinergi. Begitu kita menyelenggarakan kegiatan tematis Bakohumas, maka informasi ini akan terus menyebar ke seluruh Indonesia, karena semua website ataupun media cetak yang dimiliki kementerian/lembaga diwajibkan untuk meluangkan rubrikasi mereka untuk informasi-informasi antar lembaga,” terang Niken.

Tampak hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widyastuti, Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Niniek Kun Naryatie, Direktur Informasi dan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Siti Sofia Sudarma, Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Aziz Nurwahyudi, Direktur Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Al Busyra Basnur, serta seluruh perwakilan humas kementerian/lembaga. (DNA/MIT/ES)/setkab.go.id/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*