Australia Bantu Indonesia Ciptakan 10 “Bali” Baru

Kawasan Tanjung Lesung di Banten merupakan salah satu lokasi yang disebut-sebut sebagai "Bali" baru. (Sumber: australiaplus.com/Tanjung Lesung Media)

Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menyatakan komitmen pemerintahnya untuk membantu meningkatkan pariwisata di Indonesia.

JAKARTA, Baranews.co – Dubes Grigson hari Senin (17/7/2017) mengatakan Australia akan menyediakan dana melalui Bank Dunia untuk membantu menciptakan 10 “Bali” baru di Indonesia.

Komitmen tersebut dilaporkan mendominasi diskusi Dubes Grigson dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, di Jakarta pada Senin siang.

“Kami berbicara terutama tentang pariwisata dan rencana induk yang kita dukung melalui Bank Dunia untuk membantu Indonesia dengan rencana pariwisata mereka,” kata Dubes Grigson seusai pertemuan.

“Kami berbicara tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dengan Indonesia dalam mengembangkan 10 “Bali” baru yang dikemukakan oleh Presiden [Joko Widodo],” tambahnya.

Draft dokumen Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mencari pinjaman $ US180 juta untuk mengembangkan tiga lokasi hotspot pariwisata baru dan tambahan $ US570 juta dari Bank Dunia berdasarkan hasil yang ada.

Ketiga lokasi tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Lombok di Nusa Tenggara Barat, dan situs candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

“Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengubah ekonomi Indonesia dengan menggunakan pariwisata sebagai salah satu pendorong pertumbuhan utama,” kata draft dokumen Bank Dunia.

Dokumen tersebut tidak menyatakan berapa dana yang diberikan oleh Pemerintah Australia.

Australian Prime Minister Malcolm Turnbull and President of Indonesia Joko Widodo
PM Malcolm Turnbull dan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pasar Tanah Abang di Jakarta. (AAP: Eka Nickmatulhuda)

Disebutkan bahwa Pemerintah RI ingin meningkatkan kunjungan internasional dari 9 menjadi 20 juta antara tahun 2014 dan 2019 dan kunjungan pariwisata dari 4 persen menjadi 20 persen dari PDB pada periode yang sama.

Namun draf dokumen tersebut menyebutkan empat kendala utama termasuk infrastruktur dan layanan yang buruk, tenaga kerja pariwisata yang terbatas, lingkungan investasi swasta yang lemah, dan lembaga pemerintah yang lemah.

Laporan ini juga mencatat pentingnya dampak lingkungan dan sosial yang potensial terkait dengan pembangunan dan “isu-isu seperti pemukiman kembali dan perencanaan untuk masyarakat adat”.

Pemerintah RI mengatakan, antara lain, menginginkan Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu dekat Jakarta, dan Tanjung Kelayan di Belitung dipertimbangkan sebagai tujuan baru pariwisata yang menyerupai Bali.

Bank Dunia mencatat perlunya membangun investasi infrastruktur baru di Bali termasuk bandara, jalan tol dan pelabuhan. (Samantha HawleyI – Koresponden ABC di Indonesia/ABC News/ab: Farid M. Ibrahim/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*