Penenggelaman Kapal Diprotes, Susi: Anda Mau Invest Atau Nyolong?

Aksi penenggelaman kapal oleh KKP. (Sumber: detiknews/Pool)

JAKARTA, Baranews.co – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku, kembali dihadapi berbagai aksi protes. Belum usai masalah penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), kini beberapa pengusaha mempertanyakan aksi penenggelaman kapal yang telah dilakukan.

“Sekarang sudah muncul wacana baru. ‘Apa penenggelaman itu masih diperlukan bu menteri?’ Saya bingung pak,” kata Susi saat menjadi pembicara kunci acara Halal Bihalal Iluni UI di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Susi menyebutkan, penenggelaman kapal yang telah dilakukannya merupakan produk UU Nomor 45 Tahun 2009. Sebagai pejabat negara, sudah sewajarnya mengimplementasikan aturan UU yang berlaku.

Namun, Susi mengaku semakin dibuat bingung dengan kalangan investor yang memastikan tidak senang dengan kegiatan penenggelaman kapal.

“Investor tidak suka dengan adanya penenggelaman kapal. Tambah bingung lagi saya, what’s the relation between investment and a ship. Anda mau invest atau nyolong?” kata Susi heran.

Bagi dirinya, jika kebijakan penenggelaman kapal nantinya tidak lagi dilakukan hanya demi menjaga kenyaman para investor. Susi mempertanyakan terkait dengan potensi laut di Indonesia.

Sejak terjadinya praktik illegal fishing di Indonesia, stok ikan pada 2014 hanya sebesar 6,5 juta ton. Sejak Susi memegang nakhoda Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan aturan anti illegal fishing. Seperti larangan kapal eks asing, larangan bongkar muat di tengah laut (transhipment), serta larangan disiplin PNS.

Menurut Susi, kebijakan yang sampai saat ini diimplementasikan berdasarkan pilar yang pertama kedaulatan, kedua keberlanjutan, dan yang ketiga kemakmuran masa depan bangsa.

“Tanpa dua itu tidak mungkin yang terakhir kita raih. Jadi inilah yang kita inginkan. Kapal asing tadi tidak mungkin boleh tangkap di laut sendiri. Namun keinginan dari saya, apapun yang dilakukan di KKP sudah berikan harapan untuk masa depan perikanan Indonesia. Paling tidak kita punya 6,5 juta ton kelebihan stok yang akan terus meningkat apabila kita jaga cara eksploitasi dengan benar,” tukas dia. (ang/ang)/Hendra Kusuma – detikFinance/if

1 Trackback / Pingback

  1. Anda Mau Invest Atau Nyolong? – baranews - Kawal Pemilu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*