ANU Miliki Superkomputer Tercanggih di Belahan Bumi Selatan

Supercomputer ini menggabungkan 55 kilometer kabel dan lebih dari 15.000 hard drive. (Sumber: australiapluscom/NCI)

Australian National University (ANU) di Canberra memiliki superkomputer tercanggih dan terkuat di belahan Bumi selatan. Tersimpan dalam bangunan dengan tampilan sederhana, National Computational Infrastructure (NCI) mendukung berbagai penelitian di Australia sejak 2013.

Baranews.co – Komputer berkinerja tinggi yang dimiliki fasilitas NCI yakni, Raijin, mampu mengatasi data dalam jumlah yang luar biasa besar.

“Kami memiliki lebih dari 50 petabyte data penelitian yang tersimpan di NCI dan komputasi awan (cloud) berkinerja tinggi,” kata jurubicara NCI Lucy Guest.

Dalam persyaratan penyimpanan digital, satu petabyte adalah 1.000.000.000.000.000.000 byte (satu kuadriliun byte atau 1.000 terabyte).

Raijin
Raijin ditempatkan didalam sebuah fasilitas yang didedikasikan di Australian National University (ANU). (Supplied: NC)

 

Superkomputer ini terdiri atas ribuan komputer yang secara simultan berbagi bermacam-macam tugas dari sebuah proyek.

“Anda mungkin ingin melihat genom manusia, misalnya,” kata Lucy Guest. “Anda memiliki data dalam jumlah petabyte untuk mengurutkan genom manusia dan perlu dilakukan dengan cepat.”

“Atau jika ingin memetakan seluruh Samudera Selatan dan melihat variabel seperti angin, garam atau suhu, Anda memerlukan sesuatu yang sangat besar,” tambahnya.

Raijin mendukung lebih dari 4.000 karya peneliti termasuk dari CSIRO, Geoscience Australia dan Biro Meteorologi.

“Anda mengirimkan pekerjaan Anda melalui kode online dan kode itu akan menggelembung jauh di superkomputer dan kemudian menuangkan hasil pencarian,” paparnya.

Beroperasi 24 jam

Gedung infrastruktur komputasi nasional
Pengunjung yang datang ke ANU dapat mengenali gedung NCI dengan uap panas yang mengepul dari atap bangunan tersebut. (Supplied: NCI)

 

Uap yang mengepul dari gedung NCI, dihasilkan oleh Raijin yang beroperasi dengan suhu sekitar 95 derajat Celcius.

“Menjalankan lebih dari 80.000 inti komputer selama 24 jam sehari menghasilkan banyak hawa panas,” kata Guest.

“Raijin beroperasi pada suhu 95C dan membutuhkan pendinginan yang berlangsung terus-menerus,” jelasnya. “Kami menggunakan sistem yang disebut free cooling.”

Pendinginan ini menggunakan kipas angin untuk mengusir panas yang dihasilkan oleh komputer melalui serangkaian radiator.

Sisitem pendingin superkomputer di ANU
NCI menggunakan sebuah sistem pendingin untuk mengatasi hawa panas yang diproduksi oleh superkomputer. (Supplied: NCI)

 

“Ada lorong panas dimana semua panas dari superkomputer terjebak di lorong itu,” kata lucy Guest.

“Kipas angin ini menyedot udara panas dan air akan mengumpulkan udara panas itu yang akan diarahkan ke atap dimana udara panas itu dibuang sebagai uap,” jelasnya.

Ironisnya, mengingat banyaknya penelitian iklim yang diolah oleh Raijin, NCI menggunakan jumlah listrik yang sama dengan sebuah kota pinggiran di Canberra.

“Kami memiliki bank baterai yang otomatis beroperasi jika daya listrik turun,” kata Guest.

“Ada dua generator diesel raksasa yang akan menyala agar data tetap hidup, sehingga data yang tersimpan di dalamnya tidak akan pernah hilang,” katanya. (Hannah Walmsley dan Lish Fejer/ab: Iffah Nur Arifah/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*