TENIS: Muguruza Kejar Sejarah, Venus Pertaruhkan Nama Besar Williams di Wimbledon

Sumber: WTA

LONDON, Baranews.co – Terinspirasi oleh mentornya, Conchita Martinez, Garbine Muguruza yakin bisa menjadi tunggal putri Spanyol berikutnya yang menjuarai Wimbledon. Satu langkah Muguruza untuk menambah catatan sejarah tenis Spanyol itu mendapat tantangan dari Venus Williams.

Sam Sumyk, pelatih Muguruza sejak 2015, tak bisa mendampingi selama Wimbledon kali ini karena harus menemani istrinya yang hamil. Martinez pun diminta menjadi mentor bagi Muguruza.

Bukan kebetulan jika kebersamaan Martinez dan Muguruza telah membawa petenis 23 tahun itu ke final Wimbledon 2017, final kedua kalinya sejak 2015. Pada final yang digelar pada Sabtu (15/7) ini, Muguruza menghadapi perlawanan Venus yang membawa nama besar Williams di Grand Slam tertua ini.

Martinez, yang aktif menjadi petenis profesional pada tahun 1988-2006, menjadi juara Wimbledon tahun 1994. Dia menjadi petenis Spanyol pertama, dan satu-satunya hingga saat ini, yang berhak atas Venus Rosewater Dish, piringan perak tanda juara tunggal putri Wimbledon.

“Dia membantu saya menangani stres selama turnamen karena ini adalah turnamen yang panjang. Keberadaan dia memberi saya kepercayaan diri karena dia pernah juara di sini,” ujar Muguruza yang menang, 6-1, 6-1, atas Magdalena Rybarikova di semifinal, Kamis (13/7).

Pembawaan Martinez yang tenang cocok bagi Muguruza yang emosional. Muguruza pun mengakui hal itu. “Saya merasa bisa tampil lebih tenang, bisa mengendalikan emosi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Ketenangan itu diperlihatkan salah satunya ketika tampil di semifinal. Dia tak terburu-buru meski unggul telak sejak awal pertandingan. Muguruza mengatakan, dia belajar dari final Perancis Terbuka yang dijuarai Jelena Ostapenko setelah mengalahkan Simona Halep. Halep kalah dalam tiga set meski telah unggul 6-4, 3-0. Dalam perjalanannya menuju final, Muguruza hanya kehilangan 39 gim. Kantor berita AP mencatat statistik itu sebagai kehilangan gim terkecil dibandingkan pesaing Muguruza di Wimbledon 2017.

Pengalaman Venus

Ketenangan itu pula yang akan dibawanya melawan Venus dalam final, Sabtu ini. Apalagi, Venus memiliki pengalaman menghadapi berbagai keadaan yang jauh lebih banyak, termasuk ketika lima kali juara sejak debut di Wimbledon pada 1997.

“Dia tahu bagaimana caranya bertanding di sini dan menjadi juara. Banyak nama belakang Williams dalam daftar juara, dan saya akan berusaha untuk menempatkan nama Spanyol di sana,” kata Muguruza yang kalah dari Serena Williams dalam final Wimbledon 2015, final pertamanya di arena Grand Slam.

Sejak tahun 2000 hingga 2016, Williams bersaudara menguasai tunggal putri Wimbledon. Total, sebanyak 12 gelar didapat Serena dan Venus. Namun, kali ini, Venus akan berjuang sendirian tanpa kehadiran sang adik yang tahun ini tak datang ke All England Club karena hamil. Ayah sekaligus pelatihnya sejak kecil, Richard Williams, juga tidak ada di tribun tim.

Meski tak hadir secara fisik, Venus menilai Serena seperti selalu ada di dekatnya. “Saya sangat merindukan Serena sebelum pertandingan ini, karena biasanya dia selalu ada di sini. Saya berharap dia ada di sini. Namun, kemudian saya berpikir, kali ini saya harus melakukannya sendiri,” kata Venus sebelum mengalahkan Ostapenko di semifinal. (AFP/REUTERS/IYA)/Harian KOMPAS

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*