Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Lintas Gunung Tambora

Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan insfrastruktur untuk mempermudah jalur transportasi wisata di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lanskap kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer.

BIMA, Baranews.co – Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan insfrastruktur untuk mempermudah jalur transportasi wisata di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satunya adalah pembangunan jalan lintas kawasan Gunung Tambora. Akses yang menghubungkan objek wisata nasional itu dimulai tahun ini.

Demikian disampaikan Kepala Bapeda Kabupaten Bima, Drs Muzakkir kepada wartawan, Rabu (12/7/2017).

Untuk percepatan pembangunan jalur di kawasan gunung Tambora ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih.

“Sumber dana untuk pembangunan jalan lintas Tambora dari APBN. Insya Allah, mulai dikerjakan tahun 2017, saat ini dalam proses tender,” kata Muzakkir.

Ia mengatakan, percepatan infrastruktur di kawasan gunung yang meletus tahun 1815 itu merupakan instruksi langsung dari Presiden RI H Ir Joko Widodo.

“Kawasan gunung Tambora berpotensi menjadi wisata yang sangat berkembang. Karena itu, Presiden mendorong pembangunan jalan dipercepat,” ujar Muzakkir.

Diakuinya, jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Tambora cukup memprihatinkan. Padahal, lanjut Muzakkir, daerah itu memiliki potensi pariwisata yang tinggi.

“Kalau di wilayah Bima, jalan menuju Tambora memang rusak parah. Harapannya, tahun ini bisa membaik sehingga paket wisata lebih mudah,” harap Muzakkir.

Menurutnya, Gunung Tambora merupakan destinasi wisata yang dikenal seluruh dunia, setelah Festival Tambora menyapa dunia tahun 2015. Kemudian festival itu berlanjut hingga 2016 dan 2017.

Apalagi, lanjut dia, kawasan itu mendapat status sebagai taman nasional yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Karena Tambora dikenal seluruh dunia, Pemerintah Kabupaten Bima memiliki konsep untuk menjadikan objek wisata itu sebagai kawasan budaya demi menarik para wisatawan.

Karena itu, Muzakkir mengusulkan untuk membangun museum dan mendorong rumah warga di sekitar lokasi Tambora dijadikan penginapan (homestay).

“Dengan adanya museum dan homestay, maka secara otomatis pihak swasta akan bergerak untuk membangun industri hotel. Hanya saja, yang dibutuhkan adalah kesiapan masyarakat, terutama keamanan dan kebersihan,” pungkasnya. (kompas.com/hp)

1 Trackback / Pingback

  1. Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Lintas Gunung Tambora – baranews - Kawal Pemilu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*