Dihalangi Pindah ke Lyon, Pemain Ini Curhat soal Perlakuan City

Jason Denayer begitu kecewa terhadap perlakuan Manchester City kepadanya. Bek asal Belgia itu ingin pindah ke klub top demi mengembangkan kariernya, tapi City menghalangi.

Manchester, Baranews.co – Jason Denayer begitu kecewa terhadap perlakuan Manchester City kepadanya. Bek asal Belgia itu ingin pindah ke klub top demi mengembangkan kariernya, tapi City menghalangi.

Denayer, 22 tahun, bergabung dengan akademi City pada 2013 silam setelah sukses menjalani trial. Akan tetapi, dia hingga kini belum pernah main untuk tim utama The Citizens.

Denayer dipinjamkan ke tiga klub berbeda dalam tiga musim terakhir. Dia terhitung sukses saat membela Celtic pada 2014/2015, lalu main di Galatasaray pada musim berikutnya, dan terakhir memperkuat Sunderland pada musim lalu.

Untuk musim depan, Denayer juga tak masuk rencana Pep Guardiola. Oleh karena itu, dia pun hampir pasti dipinjamkan lagi ke klub lain. Menurut si pemain, City tak mau menjualnya.

“Man City tak ingin menjual saya, atau (mau menjual tapi) dengan persyaratan yang hampir tak masuk akal: sebuah klausul buyback dengan harga yang nyaris sama dengan harga jual,” ujar Denayer kepada Voetbalmagazine.

“Itu berarti klub-klub tak berminat merekrut saya secara permanen dan lebih memilih untuk meminjam. Saya tak keberatan dengan sebuah peminjaman baru, tapi saya ingin memilih tujuan saya,” tambahnya.

Menurut pengakuan Denayer, dia sudah mencapai kesepakatan dengan klub top Prancis, Lyon. Namun, City tak mau melepaskannya ke Lyon.

City justru berniat meminjamkan Denayer ke Girona, sebuah klub kecil di Spanyol yang akan menjalani musim debut di La Liga pada 2017/2018.

“Lyon akan menjadi tempat yang sempurna untuk saya. Sebuah klub ambisius di liga yang atraktif. Klub (Lyon) dan saya sudah mencapai kesepakatan pribadi, tapi City menghalangi kepindahan itu dan mendorong saya ke Girona … kita lihat saja apa yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Jika situasinya tak terselesaikan, saya akan ke Girona, tapi tak sepenuh hati,” ujar Denayer.

“Saya lebih memilih tak bergabung dengan Girona. Bukan karena saya ingin menyulitkan diri sendiri, tapi karena saya ingin main di tim yang mendominasi. Bukan hanya untuk memperlihatkan diri saya, tapi juga untuk mengembangkan diri. Saya selalu punya prioritas-prioritas tertentu dalam pilihan-pilihan karier saya,” tuturnya.

“Prioritas saya adalah klub yang bermain di puncak liga. Selain itu, klub yang berada di kota yang menyenangkan dan punya suporter yang bagus, yang menciptakan keriuhan di kandang sendiri. Aspek finansial jadi pertimbangan terakhir. Masalah dari Girona adalah mereka baru saja promosi ke Primera Division, dan berada di kota kecil. Bukan itu yang sedang saya cari,” keluh Denayer. (detik.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*