Bareskrim Tangkap Perakit Bom Ikan di Sulawesi Selatan

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap 4 orang perakit bom ikan di Pulau Karandang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan

Baranews.co – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap 4 orang perakit bom ikan di Pulau Karandang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Keempat perakit bom ikan itu masing-masing bernama H Sidang (41), Toni (38), Hj Salma (50), dan H Sultan (65), semuanya warga Pulau Karandang, Desa Matirobulo, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Keempatnya ditangkap tim dari Mabes Polri dan didukung tim dari Polda Sulsel yang dipimpin Wakil Direktur (Tipidter) Bareskrim Polri, AKBP Dr Tornagogo Sihombing.

Dari penangkapan dan penggeledahan di rumah Hj Salma, Sabtu (8/7/2017), polisi menyita bahan-bahan peledak. Adapun barang bukti yang disita, yakni 4 botol bom ikan ukuran kecil, 3 botol bom ikanukuran besar, 15 jeriken bom ikan ukuran kecil, 3 jeriken bom ikanukuran sedang, 1 jeriken bom ikan ukuran besar, dan 1 karung amonium nitrat ukuran 25 kilogram.

Lalu 2 karung alat selam, 1 kotak styrofoam berisi ikan mati hasil tangkapan dengan bom ikan, 1 unit GPS dalam keadaan rusak, 2 plastik potasium, 17 detonator berikut sumbu, 17 bungkus amonium nitrat, dan 2 gulung sumbu api.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Minggu (9/7/2017), mengatakan, keempat tersangka merakit bom ikan dan menjualnya ke nelayan-nelayan. Aksi keempat tersangka sudah lama dilakukannya.

“Keempat tersangka melanggar UU Darurat No 12 tahun 1951 dan UU No 31 tahun 2004 yang diperbaharui dengan UU No 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Keempat tersangka sudah ditahan dan sementara menjalani proses pemeriksaan,” katanya. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*