Sebagai Tersangka, Hary Tanoesoedibjo Dicekal Pergi ke Luar Negeri

Hary Tanoesoedibjo (tengah dengan kemeja batik), tiba di Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan (Sumber: BBC Indonesia/AFP/AKBAR YUSUF)

Pengusaha dan pendiri serta Ketua Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, datang ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan pengiriman pesan bernada ancaman ke seorang jaksa.

JAKARTA, Baranews.co – Kepada BBC Indonesia, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyatkan Harry Tanoe diperiksa oleh tim cyber Polri, Jumat (07/07) dengan menggunakan Pasal 29 UU Informasi Transaksi Eletronik (ITE).

“Tadi pagi, Pak Hary Tanoe datang di Direktorat Cyber Bareskrim Polri, kemudian sempat ‘break’ karena sholat Jumat dan dilanjutkan kembali. Dia diminta keterangan sebagai tersangka.”

“Sudah ada permintaan ke Direktorat Jendral Imigrasi untuk ditangkal, artinya tidak boeh meninggalkan Indonesia, sebelum ada pencabutan dari penyidik,” tambah Irjen (Pol) Setyo Wasisto

Hary merupakan tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Berdasarkan laporan Yulianto, pengusaha yang merupakan mitra bisnis Presiden Donald Trump ini mengirim pesan telepon yang mengancamnya pada Januari 2016 lalu, terkait dengan dugaan kasus korupsi PT Mobile 8 Telecom, miliknya.

Namun Hary Tanoe sudah membantah jika pesannya itu merupakan ancaman namun -seperti dikutip sejumlah media beberapa waktu lalu- lebih menjelaskan keinginannya ‘terjun ke dunia politik untuk membuat Indonesia yang lebih baik’.

Sebagai mitra Donald Trump, Hary termasuk dalam undangan pelantikan presiden Amerika Serikat ke-45 di Gedung Putih pada Januari lalu.

“Sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi saya karena saya belum pernah menghadiri pelantikan di luar Indonesia. Juga karena saya bukan saja menghadiri acara pengambilan sumpah namun juga pesta setelah pelantikan,” jelasnya dalam sebuah wawancara khusus dengan BBC beberapa waktu lalu.

Perusahaan Donald Trump bekerjasama dengan MNC Land, bagian dari konglomerasi MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo, untuk mendirikan properti di Lido, Jawa Barat dan di Tanah Lot, Bali.

Namun kerajaan bisnis Trump hanya menjadi operator hotel lewat Trump Hotel Collection, bukan sebagai investor atau pengucur dana untuk proyek triliunan rupiah tersebut.

Bulan April lalu, Hary juga melaporkan wartawan investigasi Amerika Serikat, Allan Nairn, dengan sangkaan melakukan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik terkait tulisan Nairn bahwa dia menjadi salah satu pendukung dari yang diduga gerakan makar di Indonesia. (BBC Indonesia/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*