PILKADA: Konflik di Puncak Jaya, 17 Rumah Dibakar

Para pendukung peserta pilkada Puncak Jaya, Papua, berkumpul di Mulia, ibukota kabupaten tersebut, Minggu (2/7). (Sumber: KOMPAS/HUMAS POLDA PAPUA).

Oleh: FABIO MARIA LOPES COSTA

MULIA, Baranews.co – Massa pendukung para kandidat kepala daerah Puncak Jaya kembali bertikai  di Kampung Pagaleme, Puncak Jaya, Papua, Minggu (2/7). Dalam konflik ini, sebanyak 17 rumah dan dua sepeda motor dibakar massa.

Pilkada di Puncak Jaya diikuti oleh tiga peserta. Mereka ialah Yustus Wonda-Kirenius Telenggen (nomor urut satu); Henok Ibo-Rinus Telenggen (nomor urut dua); serta Yuni Wonda-Deinas Geley (nomor urut tiga).

GOOGLE MAPS

Peta lokasi Mulia, Puncak Jaya, Papua.

Menurut Humas Polda Papua, pertikaian bermula ketika sekitar 100 orang yang merupakan gabungan pendukung dua kandidat  menyerang posko pemenangan satu kandidat lainnya  pada pukul 05.15 waktu setempat atau 03.15 WIB. Kemudian kedua kubu saling serang dengan menggunakan panah.

Dalam kejadian itu, empat warga terluka karena terkena busur panah. Mereka ialah Onius Telenggen (40), Imanus Telenggen (22), Dolingga Telenggen (40) dan Kalinus Weya (42).

HUMAS POLDA PAPUA

Pesawat milik maskapai Susi Air yang ditembaki oleh anggota kelompok bersenjata baru mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Jumat (16/6) silam.

Sekitar pukul 06.00, aparat Polsek dan Brimob menghentikan pertikaian tersebut. Massa mau kembali ke masing-masing posko pemenangan.

Namun, sekitar pukul 07.00, situasi kembali memanas. Massa pendukung salah satu kandidat tidak terima karena ada salah satu salah sati dari mereka terkena busur panah dan terluka.

Mereka membabi buta membakar 17 unit rumah yang terdiri dari tujuh rumah semi permanen dan 10 rumah honai atau rumah khas masyarakat pegunungan Papua di Mulia, Ibukota Puncak Jaya. Selain itu, dua sepeda motor juga dibakar. Aksi ini berlangsung hingga pukul 09.00. Untuk mengantisipasi konflik susulan, aparat kepolisian dan TNI memperketat pengamanan di tiga posko pemenangan ketiga kandidat.

KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO

Ratusan warga yang hendak menuju pedalaman seperti Enarotali, Beoga, Mulia, dan Buguba di kawasan pegunungan Puncak Jaya, Papua, memadati Bandara Moses Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, pertengah Desember 2016. Meski sudah antre berhari-hari bahkan lebih dari satu minggu, mereka belum tentu bisa terbang. 

Sekitar pukul 15.00 WIT, massa dari ketiga kandidat dikumpulkan di salah satu tempat di pertigaan Pasar Kota Baru di Mulia. Mereka Kapolres Puncak Jaya Ajun Komisaris Besar Hotma Hutabarat memberikan peringatan keras agar masing-masing kubu menghentikan aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

“Kami akan menindak tegas oknum warga yang menggunakan senjata tajam untuk melukai orang lain. Dalam waktu dekat kami akan menyita seluruh senjata tajam milik massa dari ketiga kandidat,” tegas Hotma.

Pada 15 Juni 2017, ada sebanyak enam distrik yang melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di Puncak Jaya, yaitu Yambi, Mulanikime, Yamoneri, Dagai, dan Ilamburawi. Sebanyak 31.240 pemilih mengikuti PSU di 72 TPS. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*