Peneliti Iklim Australia Menguak Ketakutan pada Masa Depan

Dr Sarah Perkins Kirkpatrick dan bayinya (Sumber: australiaplus.com/ABC News: Kerry Brewster

Sambil membuai bayi perempuannya yang baru lahir, pakar gelombang panas Sarah Perkins Kirkpatrick mengakui merasakan terbelah antara suka cita keibuan dengan kegelisahan atas masa depan anak pertamanya.

SYDNEY, Baranews.co – “Saya selalu ingin keluarga besar dan saya senang. Tapi kebahagiaan saya diubah oleh apa yang saya ketahui akan datang dengan perubahan iklim,” kata ia.

“Saya tidak suka menakuti orang tapi masa depan tidak terlihat bagus.

“Punya anak membuat ini jadi personal. Apakah anak ini akan menderita serangan panas (heatstroke) saat jalan kaki ke sekolah?”

Dr Perkins Kirkpatrick adalah salah satu dari beberapa ilmuwan iklim yang bicara di program Lateline yang merangkum pendapat para ahli pada unit penelitian perubahan iklim di universitas besar di Australia.

Perempuan 33 tahun ini tinggal di Sydney dan memelajari gelompang panas sebagai peneliti senior pada Climate Change Research Centre di University of New South Wales

‘Panas 45 derajat’

A dog on a surfboard.
Warga Sydney membawa anjingnya berenang saat kota itu dilanda gelombang panas parah Februari 2017. (Fairfax Media: John Veage).

Bungsu dari tujuh bersaudara, dia selalu mengatakan ingin punya setidaknya empat atau kalau mungkin lima anak.

Itu sampai terjadi rekor gelombang panas di Sydney pada musim panas lalu.

“Satu hari saya mengukur 45 derajat Celcius di beranda di bawah naungan dan 39 derajat di dalam. Penyejuk udara di ruang tamu jadi rusak,” kata ia.

“Saya tidur dengan handuk basah di kaki untuk tetap dingin. Saya pikir ini sudah panas, dan yang terjadi semakin parah.

‘Tidak mau di Utara’

How hot could it get?

Days hotter than 35C 2014 2090
Brisbane 12 55
Cairns 3 48
Darwin 11 265
Melbourne 11 24
Sydney 3.1 11

Data from 2014 CSIRO and Bureau of Meteorology temperature projections. Figures are based on a scenario in which nothing was done to reduce CO2 and other greenhouse gas emissions.

Seluruh Australia rentan pada perubahan iklim, tapi Dr Perkins Kirkpatrick mengatakan setelah kemajuan berdekade, beberapa daerah akan lebih baik daripada yang lain dalam hal gelombang panas.

“Kita sudah melihat perubahan pada gelombang panas, terutama frekuensinya, dan gelombang panas ini hanya akan bertambah buruk. Ini terutama di daerah tropis, dimana jumlah hari dengan gelombang panas akan lebih banyak daripada sekarang,” kata ia.

Ia mengatakan penelitian menunjukkan juka tidak ada pengurangan emisi karbondioksida (CO2), akan ada tambahan 50 hari sangat panas dalam setahun di bagian utara Australia pada akhir abad ini.

“Saya tidak akan mau tinggal di Brisbane, utara Brisbane, pada dekade berikutnya karena kelembapan akan sangat parah dan ketika panas dan lembap sesungguhnya akan jauh lebih sulit untuk tetap dingin karena tubuh kita tidak bisa menyingkirkan panas itu lewat penguapan,” kata ia.

“Kelembapan itu tidak akan bisa pergi kemana-mana.”

‘Adaptasi atau mati’

Profesor David Griggs, yang belum lama pensiun sebagai direktur Sustainable Development Institute di Monash University, mengatakan Australia sedang dalam penyangkalan perubahan iklim.

“Orang Australia harus beradaptasi atau mati,” kata ia.

A wide view over Kincoppal Rose Bay showing solar panels on the fitness centre
Sejumlah sekolah di Sydney mulai menggunakan panel surya untuk menekan beban perubahan iklim. (Supplied: Woollahra Municipal Council).

Ia percaya suhu udara akan naik 2°C dan mungkin mencapai 5°C di atas rata-rata pada akhir abad ini, sebuah prediksi yang sejalan dengan permodelan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB di bawah skenario emisi tinggi.

Ia mengungkapkan beban emosional dari mengetahui apa yang akan dibawa oleh perubahan iklim.

Ia berencana memindahkan keluarganya ke barat daya Inggris, dimana menurutnya proyeksi iklim terlihat bagus untuk 100 tahun ke depan.

“Ketika sebuah fakta baru hadir membuat takut, saya pikir setidaknya saya sudah melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi keluarga saya,” kata ia.

Pindah ke selatan

Kandidat PhD Justin Oogers mengatakan ia dan istrinya juga tidak yakin apakah akan punya anak.

“Kami cukup prihatin, bahkan takut. Orang tua ingin kami punya anak dan ada hal-hal besar dengan punya anak, tapi mengetahui apa yang terjadi dengan perubahan iklim kami meletakkan keinginan itu,” kata ia.

Ia mengatakan telah mempertimbangkan untuk pindah lebih jauh ke selatan ke Tasmania .

“Kami mungkin terpaksa untuk pindah lebih ke selatan. Banyak orang lain mungkin memikirkan hal yang sama,” kata ia.

“Kakek saya tinggal di sebuah perahu di selatan Hobart.”

Dr Perkins Kirkpatrick mengatakan keluarganya sedang membuat kemungkinan rencana dan mungkin pindah dari Sydney.

“Suami dan saya telah meninjau kemungkinan untuk pindah ke Canberra. Kota itu punya kesempatan kerja yang bagus, infrastruktur bagus. Suhu udara malam hari di sana jauh lebih dingin karena kota itu lebih jauh ke dalam,” kata ia.

“Anda dapat mengatasi panas ekstrim jauh lebih baik jika Anda punya temperatur malam hari yang lebih dingin untuk tidur.” (Kerry Brewster/ABC News/ab: Alfred Ginting/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*