KONFLIK: Konflik Melebar di Maluku Tengah, Empat Korban Tewas

Prosesi pemakaman La Rahim, korban konflik antarwarga yang tewas. (Sumber: Harian KOMPAS?WARGA/SAIDNA AZHAR)

Oleh: FRANS PATI HERIN

AMBON, Baranews.co – Konflik antara warga Desa Hitu Mesing dan warga Desa Wakal di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Minggu (25/6) kemarin, kini melebar dan belum terkendali. Total korban tewas akhirnya bertambah menjadi empat orang.

Informasi yang dihimpun Kompas menyebutkan, satu korban meninggal lagi atas nama La Rahim (41), warga Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Rahim dibunuh sekelompok warga yang diduga dari Hitu Mesing pada Minggu malam. Korban saat itu melintas ke desa tetangga. Janazah korban ditemukan anggota polisi di jalanan.

Tiga korban yang dilaporkan sebelumnya adalah Ahmad Wailusi (45), Sulaiman Wailusi (35), dan Ismail Hurasan (22). Mereka adalah warga Desa Hitu Mesing. Korban terkena bacokan dan tembakan.

Seperti yang diberitakan Kompas sebelumnya, konflik dipicu tabrak lari dengan korban warga Hitu Meseng yang diduga pelakunya berasal dari Wakal. Tidak terima akan hal itu, warga Hitu Mesing menghadang dan menganiaya warga Wakal yang melintasi desa mereka. Kondisi memanas sehingga terjadi bentrokan.

INTELIJEN POLRI

Kondisi rumah warga di Dusun Oli, Desa Hitulama, yang dibakar orang tak dikenal

Pada Senin (26/6) sekitar pukul 11.50 WIT, ada sejumlah orang yang mengenakan penutup wajah datang membakar rumah warga Dusun Oli, Desa Hitulama. Pemilik rumah itu diketahui bernama Sabar Wael yang berasal dari Wakal.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Abner R Tatuh mengatakan, 260 personel gabungan Polri dan TNI kini bersiaga di perbatasan. ”Saat ini, kami sedang mengupayakan pertemuan dengan sejumlah tokoh dari dua desa,” katanya. Harian KOMPAS

INTELIJEN POLRI

Pengamanan aparat keamanan di lokasi konflik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*