TENIS ROLAND GARROS: Peluang Emas Simona Halep

Sumber: Top Bet

*Taklukkan Murray, Wawrinka ke Final

PARIS, Baranews.co – Final di Roland Garros, Sabtu (10/6), tak hanya berpeluang memberi gelar Grand Slam pertama, tetapi juga status petenis nomor satu dunia bagi Simona Halep. Penghalangnya hanya satu, petenis muda Latvia yang forehand-nya lebih keras dari Andy Murray, Jelena Ostapenko.

“Orang-orang memfavoritkan saya menjadi juara. Meski punya peluang setelah bermain baik di Madrid dan Roma, saya tidak merasa seperti itu. Namun, di sinilah saya sekarang, di final lagi setelah 2014,” kata Halep.

Tiga tahun lalu, Halep juga tampil di final Perancis Terbuka, final pertamanya di arena Grand Slam. Namun, petenis Romania itu kalah dari Maria Sharapova, 4-5, 7-6 (5), 4-6. Halep pun menegaskan bahwa misinya di Roland Garros belum selesai.

Di semifinal, Kamis, Halep melewati tantangan unggulan kedua, Karolina Pliskova, 6-4, 3-6, 6-3, yang juga mengejar status tunggal putri nomor satu dunia. Pliskova bisa menggantikan Angelique Kerber di puncak peringkat jika mengalahkan Halep.

Namun, Halep tangguh dalam bertahan, juga penuh perhitungan dalam melancarkan groundstroke. Di semifinal, dia hanya membuat 14 kesalahan dan Pliskova dengan 55 kesalahan.

Halep juga tampil tenang saat melawan Pliskova. Dia belajar dari kesalahan saat tampil emosional dan adu argumentasi dengan pelatihnya, Darren Cahill, di turnamen WTA Miami, April. Menurut Cahill, yang pernah melatih Lleyton Hewitt dan Andre Agassi, bahasa tubuh Halep memperlihatkan dia menyerah.

Kerja sama keduanya terhenti, lalu berlanjut lagi saat memasuki kompetisi tanah liat. Gelar juara dari WTA Madrid dan final di Roma membuat Halep menjadi favorit juara. Absennya Serena Williams dan Maria Sharapova memperbesar peluang itu.

Di final, tembok tebal yang dibangun Halep dengan pertahanan kuat akan diuji Ostapenko, petenis dengan senjata forehand keras. Ulasan statistik dalam ESPN mencatat, Ostapenko memiliki forehand dengan kecepatan rata-rata 122 kilometer (km) per jam. Ini lebih cepat 3 km per jam dari forehand Murray dan hanya selisih 4 km per jam dari forehand Rafael Nadal.

Pelatihnya, Anabel Medina Garrigues, menyebut Ostapenko hiperaktif. “Dia sangat aktif, punya banyak energi. Dia memukul bola, berbicara, dan berjalan dengan cepat,” kata Garrigues dalam New York Times.

Dengan kecepatan pukulan itu, Ostapenko meraih banyak winner, pukulan yang menghasilkan poin. Umumnya, dia membuat winner dua kali lebih banyak dari setiap lawan. “Saya harus tetap bermain agresif, tetapi final akan menjadi laga sulit. Saya harus siap,” kata Ostapenko, yang sayangnya masih banyak membuat kesalahan.

Tiket final yang didapat setelah mengalahkan Timea Bacsinszky di semifinal membuat Ostapenko menjadi petenis Latvia pertama yang tampil di final Grand Slam. Presiden Latvia Raimonds Vejonis menelepon ibunda Ostapenko di Riga, Latvia, untuk memberi selamat. “Tenis tidak terkenal di negara saya karena olahraga mahal. Mungkin saya akan mendapat perhatian begitu pulang,” katanya.

Jika juara, Ostapenko, peringkat ke-47, menjadi petenis nonunggulan pertama yang menjuarai Perancis Terbuka sejak Gustavo Kuerten (peringkat ke-66) pada 1997. Kuerten juara saat Ostapenko lahir, 8 Juni 1997.

Final kedua

Di putra, Stanislas Wawrinka untuk kedua kalinya tampil di final Perancis Terbuka setelah dalam laga 4 jam 34 menit mengalahkan Andy Murray, 6-7 (6), 6-3, 5-7, 7-6 (3), 6-1. Ini menjadi pembalasan atas kekalahan dari Murray di semifinal 2016. Wawrinka pun berkesempatan mengulang prestasi 2015 saat menjadi juara setelah mengalahkan Novak Djokovic di final.

Di laga final, Minggu, Wawrinka melawan Rafael Nadal atau Dominic Thiem yang bersaing di semifinal pada Jumat tengah malam WIB. Thiem akan tampil dalam final pertama di arena Grand Slam jika menang, sementara Nadal semakin mendekati gelar ke-10 di Perancis Terbuka. (ap/afp/iya)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*