Nanti Malam, Langit Indonesia akan Kedatangan Fenomena Minimoon

Sumber: detiknews/Ognen Teofilovski/Reuters

JAKARTA, Baranews.co – Jumat (9/6) malam nanti, masyarakat Indonesia dapat melihat fenomena ketika jarak bulan berada di titik terjauh dari bumi. Fenomena ini dinamakan Minimoon.

Fenomena ini terjadi 1 bulan 18 hari lebih lambat tiap tahunnya. Nantinya, bulan jadi terlihat lebih kecil dan lebih redup, berkebalikan dengan Supermoon.

“Minimoon adalah kebalikan Supermoon. Minimoon ketika purnama pada jarak terjauh. Purnama besok tergolong Minimoon. Itu dapat teramati di seluruh dunia yang bisa melihat purnama,” ujar Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada detikcom (8/6/2017).

Dalam fenomena alam ini, jarak bulan pada saat itu sekitar 406.401 kilometer atau 50 ribu kilometer lebih jauh daripada Supermoon pada 25 Mei lalu. Bulan akan tampak berukuran 7 persen lebih kecil daripada ukuran normal.

Fenomena ini terjadi karena orbit bulan yang mengelilingi bumi tidak berbentuk bulat, melainkan elips. Akibatnya, pada masa tertentu, jarak bulan akan lebih jauh dari biasanya.

Sama seperti bumi, bulan mengalami rotasi dan revolusi. Bulan berotasi pada porosnya dan berevolusi mengelilingi bumi.

“Ya benar. (Minimoon) setiap tahun dengan pergeseran waktu sekitar 1 bulan 18 hari lebih lambat setiap tahun. Kalau tahun ini terjadi 9 Juni 2017, tahun depan 27 Juli 2018,” tutur Thomas. (dkp/dnu)/Andhika Prasetia – detikNews/ds

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*