Kompaknya Warga Ibun Bandung Bangun Rumah untuk Korban Kebakaran

Adis (67) tersenyum lebar saat duduk di teras rumahnya. Berkah Ramadan tahun ini dirasakannya bersama istri, Eni (50), dan anaknya, Atep Jajat (31), lantaran menghuni rumah baru hasil gotong royong warga dan pejabat desa Ibun Bandung.

Kabupaten Bandung, Baranews.co – Adis (67) tersenyum lebar saat duduk di teras rumahnya. Berkah Ramadan tahun ini dirasakannya bersama istri, Eni (50), dan anaknya, Atep Jajat (31), lantaran menghuni rumah baru hasil gotong royong warga dan pejabat desa Ibun Bandung.

Meski isi rumah belum lengkap dan hanya ada perabot seadanya, mereka tampak bahagia bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

“Alhamdullilah banyak orang yang membantu saya. Aparat desa, kecamatan, polisi, anak dan warga sekitar membantu untuk membangun kembali rumah ini,” kata Adis saat ditemui detikcom di rumahnya, Kampung Sindangwangi, RT 02 RW 09, Desa Margawangi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/5/2017).

Kompaknya Warga Ibun Bandung Bangun Rumah untuk Korban KebakaranAdis di area rumah barunya yang dibangun oleh bantuan warga Ibun. Foto: Wisma Putra

Jauh hari ke belakang, rumah semi permanen milik Adis di Kampung Koang ludes terbakar pada dua bulan lalu atau Selasa 25 April. Kebakaran berlangsung pagi hari itu terjadi usai istrinya memasak air menggunakan tungku.

Panci berisi air itu diturunkan dan disimpan di pinggir tungku beralaskan kertas. Lantaran panci masih panas, kertas yang digunakan untuk alas tersebut terbakar dan menyambar bilik dapurnya.

“Kebakarannya tidak ada yang tahu, soalnya saya sudah pergi ke kebun. Tahu-tahu ada kabar dari warga, rumah saya kebakaran. Karena sulit air sehingga api sulit dipadamkan dan rumah pun rata dengan tanah,” tutur Adis.

Kompaknya Warga Ibun Bandung Bangun Rumah untuk Korban KebakaranRumah Adis yang saat itu terbakar. Foto: Wisma Putra

Kebakaran tersebut melalap habis bangunan berukuran 8×4 meter. Seluruh harta bendanya ikut terbakar, termasuk uang senilai Rp 2,5 juta dan perhiasan emas sekitar 23 gram. “Tinggal baju, golok, sabit dan pacul yang dibawa ke kebun saja yang tersisa,” kenang Adis.

Komponen warga Ibun kompak bergerak menggalang dana membangun rumah anyar untuk Adis. Pada Rabu (31/5) lalu, rumah Adis selesai dibangun dengan dana gotong royong

“Sebelumnya Pak Adis datang ke Mapolsek Ibun untuk meminta bantuan bahwa rumah miliknya terbakar,” kata Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi kepada detikcom.

Personel Polsek Ibun turut membantu keluarga Adis.Personel Polsek Ibun turut membantu keluarga Adis. Foto: istimewa

Dedi mengungkapkan, pascakebakaran itu Adis dan keluarganya menetap di rumah kerabatnya yang berlokasi di Kampung Sindangwangi 02/09, Desa Margawangi, Kecamatan Ibun. Di lokasi itulah warga kembali membangunkan rumah untuk Adis.

“Rumah Pak Adis kami bangun lagi, Senin lalu. Dananya bersumber dari kencleng Jumat, masyarakat, desa dan kecamatan,” ucap Asep.

Karena tidak ada barang yang tersisa, ibu-ibu Bhayangkari memberikan sumbangan berupa pakaian. Asep berharap dengan pembangunan rumah tersebut, keluarga Adis dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan nyaman.

“Semoga apa yang kami lakukan selama ini dapat menggugah rasa saling membantu dan menumbuhkan budaya gotongroyong sesama masyarakat,” tuturnya.

Selain rumah milik Adis, kini Polsek Ibun sedang melaksanakan bedah musala di Kampung Pereng, Desa Karyalaksana, yang kini pengerjaannya sudah mencapai 75 persen. “Kebakaran kerap terjadi di Wilayah Kecamatan Ibun, kami imbau kepada masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mencek kembali kompor dan tungku,” kata Asep. (detik.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*