IDEOLOGI NEGARA: Pemerintah Segera Bubarkan Ormas Lain yang Bertentangan dengan Pancasila

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto didampingi Jaksa Agung Muda Intelijen M Adi Toegarisman, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dari kiri ke kanan) beberapa waktu lalu mengadakan konferensi pers mengenai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia karena dinilai bertentangan dengan Pancasila. (Sumber: KOMPAS/ALIF ICHWAN)

Oleh: AGNES THEODORA

JAKARTA, Baranews.co – Setelah memulai tahapan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai organisasi kemasyarakatan yang dinilai bertentangan dengan Pancasila, pemerintah saat ini tengah mengkaji keberadaan sejumlah organisasi kemasyarakatan lain yang juga dinilai bertentangan dengan idelogi negara ini. Kajian tersebut belum dapat diumumkan ke publik karena belum sampai pada tahap akhir.

Namun, pemerintah memastikan, terhadap organisasi kemasyarakatan yang nyata-nyata bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi negara, Undang-Undang Dasar 1945, akan ada tindakan tegas untuk mereka. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang melakukan kajian terkait ormas lain, selain Hizbut Tahrir Indonesia yang dinilai bertentangan dengan Pancasila.

Segera setelah kajian tersebut selesai, pemerintah menurut Wiranto akan segera mengumumkannya ke publik. ”Namanya kajian, itu belum utuh. Kalau sudah menghasilkan satu konklusi nanti, pasti akan segera saya umumkan,” ujar Wiranto.

Sementara itu, kemarin saat bertemu dengan Ketua Majelis Permusyaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Wiranto juga mengungkit perihal penertiban organisasi massa (ormas) yang bertentangan dengan konstitusi. Ia menegaskan, ormas yang dianggap tidak lagi mengikuti patron ideologi negara perlu segera ditindak.

”Khusus mengenai ormas yang nyata-nyata bertentangan dengan konstitusi tentu harus ada satu terapi khusus. Hal ini sudah lama kami perbincangkan, tinggal bagaimana ke depan menyelesaikan masalah itu,” kata Wiranto. Haria KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*