Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Masih Rendah

Ilustrasi (Sumber: Wartakota - Tribunnews.com)

JAKARTA, Baranews.co – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Iskandar Abubakar mengatakan, minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum saat ini masih tergolong rendah.

“Kalau kita lihat perjalanan saat ini yang menggunakan moda angkutan darat hanya 24 persen dari total perjalanan dan sisanya menggunakan moda angkutan pribadi,” ujar Iskandar di gedung Dinas Perumahan DKI Jakarta, Senin (22/5/2017).

Ia mengatakan, kurang diminatinya kendaraan umum menyebabkan pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi menjadi relatif tinggi.

“Berdasarkan data Dishubtrans pada tahun 2015, jumlah kendaraan bermotor pribadi di DKI Jakarta mencapai 7.979.833 unit dengan rata-rata pertumbuhan 8,12 persen per tahun,” lanjutnya.

Ia mengatakan, dengan kondisi semacam ini sebenarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum.

“Pemprov DKI sudah menambah jalur BRT (Transjakarta), menata sistem dan menyediakan anggota pemandu moda untuk Transjakarta, peningkatan pelayanan KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek), penggunaan MRT (Mass Rapid Transit) dan pembangunan LRT (Light Rail Transit),” ujarnya.

Selain langkah-langkah tersebut, tambah Iskandar, pemerintah juga telaj membentuk BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) untuk melakukan kajian kebutuhan angkutan umum dan pengoptimalan pelayanan angkutan umum di Jabodetabek.

“Jadi BPTJ mempunyai tugas mengembangkan, mengelola dan meningkatkan pelayanan transportasi secara terintegrasi dengan mengacu kepada Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden,” ujarnya.

Meski telah dilakukan banyak upaya, Ia mengakui rendahnya minat masyarakat Jakarta untuk menggunakan transportasi umum menjadi masalah serius di Ibu Kota Jakarta.

Oleh sebab itu, hari ini DTKJ menggelar diskusi publik dengan tema “Tantangan Pemerintah DKI Jakarta dalam Mewujudkan 40 persen pengguna Angkutan Umum”.

“Target 40 persen itu untuk tahun 2019, melalui forum ini semoga ditemukan ide-ide baru untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucapnya. (Sherly Puspita/kompas.com/if).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*