LIGA SPANYOL: Malaga di Antara Dua “Raksasa”

Piala La Liga (Sumber: www.keywordsuggests.com)

Gelar juara Liga Spanyol musim ini akan ditentukan oleh Malaga, klub yang justru belum pernah menikmati gelar tersebut sejak klub itu berdiri 113 tahun silam. Jika Malaga dikalahkan atau ditahan imbang Real Madrid dalam laga pamungkas La Liga musim ini, Senin (22/5) dini hari WIB, “El Real” bakal merebut trofi La Liga yang telah mereka nantikan sejak lima tahun lalu. Namun, jika Malaga menang atas Madrid, Barcelona akan kembali menjadi juara untuk ketiga kali secara beruntun. Syaratnya, Barcelona wajib menang atas Eibar.

Otomatis “Si Ikan Teri”, julukan Malaga, berada di tengah pertarungan dua raksasa Spanyol yang disegani dunia. Perusahaan audit global Deloitte mencatat Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub terkaya di dunia pada musim 2015-2016 setelah Manchester United.

Maka, tidak mengejutkan lagi jika dua raksasa Spanyol itu kembali berebut gelar musim ini. Selama satu dekade terakhir saja, jika bukan Barcelona, juaranya adalah Real Madrid. Hanya pada musim 2013-2014, Atletico Madrid menjadi anomali dengan menjuarai La Liga. Namun, Barcelona dan Madrid tetap saja berada di zona tiga besar.

Musim ini, Madrid berada di atas angin jika dilihat dengan logika matematika. Dengan keunggulan tiga poin atas Barcelona dan menghadapi tim yang kini berada di posisi ke-11 klasemen, jalan Madrid untuk merebut gelar La Liga ke-33 jauh lebih mudah ketimbang rivalnya.

Tragedi Tenerife

Namun, kubu El Real tentu tidak akan melupakan “tragedi Tenerife” pada musim 1991-1992 dan 1992-1993, dua musim yang identik dengan situasi Madrid saat ini. Sebuah kenangan masa lalu yang bisa menjadi beban psikologis tim asuhan Zinedine Zidane saat ini.

Waktu itu, El Real sudah unggul satu poin atas Barcelona, tetapi dikalahkan Tenerife pada pekan terakhir. Trofi La Liga yang sudah di depan mata akhirnya jatuh ke pelukan “Blaugrana”. Malaga bisa saja menjadi “Tenerife” selanjutnya.

Di luar persoalan nonteknis itu, Malaga bukanlah tim yang layak diremehkan. Dalam delapan laga terakhir, Malaga menang empat kali dan kalah satu kali. Bahkan, Malaga pernah menggebuk Barcelona, 2-0, awal April lalu.

Madrid juga perlu mewaspadai penyerang Malaga, Sandro Ramirez. mantan penyerang Barcelona itu setidaknya telah mencetak 14 gol musim ini. “Saya berutang banyak kepada Barcelona dan saya berharap bisa membantu mereka meraih gelar musim ini,” kata Ramirez, seperti dikutip Marca.

Berbeda dengan Madrid, Malaga bisa bermain lepas karena tidak lagi mengejar target selain memenangi laga itu. Apalagi, mereka bermain di kandang dan bersiap memberi kejutan bagi suporter.

Toh, apabila kalah, Malaga akan tetap beruntung karena mendapat tambahan 1 juta euro jika Madrid juara. Seperti dilansir ESPN, hal itu tercatat dalam klausul ketika Malaga menjual Isco ke Madrid tahun 2013 senilai 27 juta euro atau sekitar Rp 403 miliar.

Tak ayal, hal itu juga merebak menjadi rumor seolah Malaga akan mengalah. Apalagi dengan adanya lima mantan pemain Madrid di Malaga saat ini, surat kabar di Barcelona menyindir dan membuat judul berita utama “Aroma Putih Malaga”.

Barcelona kian meradang karena Madrid menyiapkan pesta kemenangan di Plaza de Cibeles, Madrid. Jika menang atas Malaga, pemain Madrid akan berpesta di sana.

“Kami sudah bekerja keras untuk sampai ke titik ini. Tinggal satu laga lagi,” kata Zidane. Gelar juara La Liga tentu menjadi pemacu semangat untuk merebut gelar yang lebih bergengsi, yaitu juara Liga Champions. Setelah Malaga, pikiran El Real akan terfokus kepada Juventus.

Perpisahan Enrique

Namun, apabila Madrid juara, musim ini akan menjadi musim yang pahit bagi Luis Enrique yang segera meninggalkan Camp Nou. Blaugrana tentu berharap gelar juara La Liga akan menjadi kado perpisahan yang indah untuk Enrique.

Setidaknya, itu akan menjadi penghibur bagi Enrique yang gagal merebut gelar Liga Champions musim ini. Pada babak perempat final, Barcelona disingkirkan Juventus tiga gol tanpa balas di dua laga.

“Duel melawan Eibar akan menjadi malam yang indah bagi saya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari sejarah Barcelona,” kata Enrique. Ia pun berjanji akan tetap datang ke Camp Nou musim depan, tetapi sebagai suporter.

Kali ini Enrique bisa lebih tenang. Dalam dua laga terakhir, mereka menggilas Eibar dengan skor identik, 4-0. Dalam lima laga terakhir di Liga Spanyol, Barcelona hanya kebobolan satu gol. (AP/AFP/Reuters/DEN)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*