PEMAIN BINTANG: Piala Dunia untuk Mengunci Warisan Messi

Lionel Messi, kapten tim Argentina, mengontrol bola di tengah laga melawan Brasil pada laga kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018. Laga berlangsung di Stadion Mineirao, kota Belo Horizonte, Brasil, 10 November 2016. (Sumber: Harian KOMPAS/GETTY IMAGES/BUDA MENDES)

Baranews.co – Piala Dunia masih menjadi misteri bagi Lionel Messi. Bintang dunia dengan keahlian tingkat dewa itu belum mampu merengkuh lambang supremasi di dunia sepak bola. Gaya permainan Messi yang lebih mirip sihir akan sempurna jika dia mempersembahkan Piala Dunia untuk skuad Argentina.

“Masih ada kesempatan bagi dia meraih itu di Rusia tahun depan,” ujar mantan striker sekaligus pelatih tim nasional Jerman, Juergen Klinsmann, dikutip ESPN, Selasa (16/5).

“Pemain seperti dia perlu mengunci warisannya dengan menjuarai Piala Dunia. Saya ingin dia menjuarai itu karena dia layak mendapatkanya,” kata Klinsmann

Messi nyaris membawa pulang Piala Dunia di Brasil 2014. Dia memimpin “La Albiceleste” melaju hingga final. Argentina yang dilatih Alejandro Sabella melewati Bosnia-Herzegovina, Iran, dan Nigera di fase grup. Di babak gugur, tim “Tango” menyingkirkan Swiss, Belgia, dan Belanda di semifinal.

Namun, pertemuan dengan Jerman di final berakhir menyakitkan bagi Messi dan kawan-kawan, kalah 0-1. Messi hanya bisa memandang skuad Jerman mengangkat trofi Piala Dunia, sambil sesekali tertunduk dan mengusap air mata.

Kegagalan Messi bersama Argentina ternyata berlanjut di Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016. Argentina melaju hingga final, hanya untuk dua kali kalah dari Cile. Kegagalan itu sempat membuat Messi ingin pensiun dini dari tim nasional.

Namun, Messi masih dicintai suporter Argentina. Banyak yang merengek supaya Messi kembali tampil karena masih ada satu kesempatan lagi di Piala Dunia Rusia 2018.

Jika Messi bisa membawa Argentina juara di Rusia, dia akan sejajar dengan Diego Maradona, bahkan lebih. Messi dan Maradona sering diperbandingkan. Mereka sama-sama pemain brilian di era masing-masing.

“Saya mengagumi Messi, saya selalu mengagumi dia. Namun, saya juga mengagumi Maradona, terutama karena saya beberapa kali bermain melawan dia, di (laga) Inter melawan Napoli dan Argentina melawan Jerman. Dia seorang seniman karena dia melihat apa yang tidak bisa dilihat pemain lain,” ujar Klinsmann.

Mantan striker Tottenham Hotspur itu membawa Jerman mengalahkan Argentina di final Piala Dunia Italia 1990.

“Dia (Maradona) tahu apa yang dia lakukan dan apa yang akan dia lakukan, bahkan sebelum dia mendapat bola. Dia selalu menjadi seniman di lapangan,” ujar mantan pelatih timnas Amerika Serikat itu.

“Messi berbeda, dia seorang perfeksionis. Dia karakter yang luar biasa karena dia rendah hati. Dia memiliki keunggulan utama: dia pesepak bola hebat,” kata pelatih berusia 52 tahun itu.

Mantan rekan Messi di Barcelona, Carles Puyol, juga berharap dia ke puncak prestasi bersama Argentina. “Saya berharap dia menjuarai sesuatu bersama negaranya, selain melakukan itu bersama klubnya, kemudian dia akan memenangi segalanya dengan semua orang,” ujar Puyol dikutip Marca. (ANG)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*