Pasangan Tanpa Anak Diperkirakan Makin Umum di Australia

Bagi banyak generasi milenial, mengubah kenyataan finansial dan sosial adalah faktor penting dalam pilihan untuk mempunyai anak. (Sumber: australiaplus.com)

Sebuah masyarakat yang didominasi oleh pasangan tanpa anak bisa jadi kenyataan di Australia. Analisis data menunjukkan, gambaran itu akan menjadi tipe keluarga Australia yang paling umum pada tahun 2023.

Baranews.co – Seorang sosiolog mengatakan bahwa tren tersebut sudah terjadi, dan kebijakan pemerintah di masa depan akan menentukan apakah model keluarga tradisional masih ada.

Bagi banyak generasi milenial, seperti Karim Eldib yang berusia 23 tahun, mengubah realitas finansial dan sosial merupakan faktor penting dalam pilihan untuk memiliki anak.

“[Banyak orang] mengerti maksud mereka ‘ya, akan memiliki anak’, dan mereka tak memikirkan semua hal yang terjadi karena memiliki anak,” kata Eldib.

“Saya sedang menjalin hubungan dan telah ada pembicaraan tentang hal itu, tapi ini bukan sesuatu yang kami pertimbangkan secara serius -ini adalah sesuatu yang ingin kami pertimbangkan setelah kami melakukan semua hal yang ingin kami lakukan,” ungkapnya.

Pandangan Eldib ini juga diyakini oleh pasangan lain yang menunda keputusan mereka untuk memiliki anak, sebuah tren yang berjalan seiring dengan populasi Australia yang menua, yang berarti keluarga inti mengalami kemunduran.

Biro Statistik Australia memperkirakan antara tahun 2023 dan 2029, akan ada lebih banyak pasangan yang hidup tanpa anak daripada keluarga dengan anak.

Jackie Mahony dan Trina Gilchrist, yang membesarkan seorang putra berusia 2 tahun bernama Angus secara bersama-sama, mengatakan, keputusan untuk memiliki anak butuh banyak pertimbangan.

“Bagi kami, saya pikir ini tentang haruskah kami memiliki satu anak saja? Satu anak begitu mudah bagi kami,” kata Mahoney.

“Kami telah menjalin hubungan sejak lama -13 tahun berjalan dan Angus tentu merupakan bagian dari hubungan dan diskusi itu,” kata Gilchrist.

Sudah terjadi

Sosiolog Universitas Melbourne, Leah Ruppanner, mengatakan, sementara tren tak memiliki anak bervariasi antar negara, hal itu sudah terjadi di Australia.

“[Trennya paling jelas terjadi di] banyak negara seperti Korea Selatan dan Jepang, di mana populasi mereka menyusut karena mereka tak memiliki cukup bayi,” kata Dr Ruppanner.

“Salah satu hal penting, pemerintah membutuhkan populasi untuk tumbuh karena itu berarti Anda memiliki orang-orang yang membayar pajak, orang-orang yang merawat generasi tua, dan orang-orang yang mendukung ekonomi,” jelasnya.

Bronwyn Harman dari Universitas Edith Cowan, yang mempelajari respons sosial terhadap pasangan tanpa anak, mengatakan bahwa masyarakat telah menerima lebih banyak keluarga non-tradisional.

“Di masa lalu, kita memiliki keluarga tradisional yang terdiri dari ibu, ayah dan anak-anak -ibu tinggal di rumah, ayah adalah pencari nafkah. Kami tahu kondisinya tak seperti itu sekarang,” kata Dr Harman.

Ia memperkirakan, data Sensus Australia 2016, yang belum sepenuhnya diterbitkan, akan menunjukkan peningkatan jumlah rumah tangga tanpa anak.

“Saya pikir jika ada lebih banyak pasangan tanpa anak di masa depan atau bahkan orang yang tak memiliki pasangan, masyarakat akan berubah dengan perubahan kebijakan dan perspektif,” sebut Dr Harman.

Hasil awal dari Sensus terakhir diperkirakan akan diterbitkan bulan depan. (ABC News/Stephanie Corsetti/ab: Nurina Savitri/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*