PIALA ITALIA: “Bianconeri” dan Kutukan Para Juara Bertahan

Ilustrasi (Sumber: TSM Plug)

ROMA, Baranews.co – Sejak Piala Italia mulai digelar pada 1922, belum pernah ada klub yang mampu menjuarai kompetisi itu sebanyak tiga kali berturut-turut. Juventus tinggal selangkah lagi untuk menjadi klub pertama yang mengukir sejarah itu di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (18/5) dini hari WIB.

Ini adalah kesempatan kedua yang dimiliki “Bianconeri” setelah mereka merebut trofi Piala Italia musim 1958-1959 dan 1959-1960. Namun, dalam final kali ini, mereka akan menghadapi Lazio yang musim ini kembali “bernyawa” berkat polesan pelatih Simone Inzaghi.

Lazio dengan para penyerangnya yang produktif bisa menjadi masalah. Bukan tidak mungkin Juventus akan bernasib sama dengan AC Milan, AS Roma, Sampdoria, dan Inter Milan yang juga gagal meraih gelar juara yang ketiga kali berturut-turut.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menyadari hal itu. Maka, ia terpaksa mengistirahatkan sejumlah pemain pilarnya saat menghadapi laga krusial kontra Roma, Senin dini hari WIB lalu. Akibatnya, mereka kalah 1-3 dan batal merayakan pesta gelar juara Liga Italia di Olimpico.

Allegri menganggap kekalahan itu sebagai pelecut semangat untuk menundukkan Lazio. “Saya jadi tahu di mana letak kesalahan kami karena kami ingin merebut Piala Italia, gelar juara liga, dan Piala Champions,” ujar Allegri.

Menghadapi Lazio, Allegri akan kembali memperkuat lini pertahanan dengan menurunkan trio BBC, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini. “Juventus harus kembali menjadi tim yang ‘kejam’,” kata Bonucci seperti dikutip Football-Italia menanggapi hasil kekalahan dari Roma.

Namun, Juventus tidak akan diperkuat Miralem Pjanic yang terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Sementara Mario Mandzukic yang menjadi kekuatan serangan Juventus dari sayap kiri diragukan bisa tampil karena mengalami cedera di punggungnya saat menghadapi Roma. Sami Khedira juga belum pulih dari cedera.

“Namun, Juventus biasanya akan marah setelah mereka ditahan imbang atau kalah. Kami sangat waspadai itu,” kata striker Lazio, Ciro Immobile.

Sama seperti Juventus, Lazio juga baru saja dikalahkan Fiorentina, 2-3, akhir pekan lalu. Dalam laga itu pun, sejumlah pemain pilar, seperti Immobile, Stefan De Vrij, dan Sergej Milinkovic-Savic, diistirahatkan. Inzaghi ingin menghadapi Juventus dengan kekuatan terbaik mereka.

Piala Italia menjadi satu-satunya gelar yang bisa diraih Lazio musim ini. Mereka terakhir kali mengangkat trofi itu pada 2013 ketika mengalahkan Roma, 1-0.

Seperti dikutip surat kabar Corriere dello Sport, Inzaghi ingin menghancurkan dominasi Juventus. “Kami juga mampu tampil konsisten selama musim ini dan kami akan meneruskannya di kompetisi Eropa,” kata Inzaghi yang bangga timnya dipastikan melaju ke Liga Europa musim depan.

Bertemu Paus

Sebelum laga final berlangsung, semua pemain Juventus dan Lazio beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Selasa waktu setempat. Kedua tim mendapat wejangan dari Paus.

“Kalian adalah juara dan panutan banyak orang. Saya minta kalian menjadi contoh dari loyalitas, kejujuran, harmoni, dan kemanusiaan,” kata Paus dikutip Daily Mail. Dalam acara itu, Paus mendapat kenang-kenangan berupa jersey dari kedua tim dan replika trofi Piala Italia. (AFP/DEN)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*