Kenapa Gerbong Wanita di KRL Terasa Lebih Ganas? Ini Kata Psikolog

Sumber: Reny Anggraini/detikcom

JAKARTA, Baranews.co – KRL gerbong wanita seringkali dianggap sebagai gerbong yang lebih ‘ganas’ dibanding gerbong umum. Mengapa sampai disebut demikian?

Seringkali terjadi adu mulut hingga aksi saling jambak yang dilakukan oleh kaum hawa di gerbong tersebut. Penyebabnya pun beragam. Ada yang berebut tempat duduk hingga tak senang badannya jadi senderan.

Psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi menjelaskan perkelahian di gerbong wanita terjadi karena adanya persaingan dari mereka. Di gerbang tersebut, para wanita sama-sama merasa memiliki kekuatan dan kesempatan yang sama dibanding di gerbong yang bercampur dengan para pria.

“Kenapa di gerbong perempuan lebih ‘sadis’ daripada gerbong campuran? Karena faktanya ada persaingan yang demikian hebohnya. Semua perempuan ngumpul dan ada persamaan persepsi power sebagai individu yang harus bersaing dengan individu yang lain,” ujar Tiara saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/5/2017).

“Posisi mereka setara dan berjuang lebih besar. Mereka mengerahkan tenaga lebih untuk dapat tempat duduk. Ada persaingan karena kan mereka merasa sesama perempuan. Kalau di gerbong umum kan biasanya para pria yang lebih mengalah ke wanita,” lanjutnya.

Terkait aksi saling jambak di dalam gerbong wanita, Tiara mengatakan ada persepsi ketidakadilan yang memungkinkan terjadinya agresivitas.

“Mereka mungkin baru pulang kantor, capek dan berhak dapat tempat duduk. Ada persepsi ketidakadilan dan aksi tersebut jadi tidak terhindarkan,” urainya.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi kembali, Tiara menyarankan kepada wanita yang menggunakan transportasi umum agar menghargai pengguna lainnya.

“Kita harus sadari bahwa ini adalah angkutan umum. Kita juga sadar bahwa kita bagian dari masyarakat. Nggak boleh kesal dan menyakiti orang lain. Kita kan inginnya nyaman maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan baik,” jelas Tiara. (nkn/tor)/Niken Purnamasari – detikNews/if

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*