Jepang Jadi Korban Serangan ‘Ransomware’

Cuplikan layar yang menampilkan peringatan yang tampaknya adalah serangan ransomware, sebagaimana ditangkap oleh seorang pengguna komputer di Taiwan, ditampilkan di sebuah laptop di Beijing hari Sabtu, 13 Mei 2017 (Sumber: VOA Indonesia/AP Photo/Mark Schiefelbein)

Enam ratus lokasi di Jepang dan ratusan komputer telah menjadi korban serangan siber yang dikenal sebagai ‘ransomware.’

TOKYO, Baranews.co – Jepang telah menjadi korban serangan siber “ransomware,” dengan ratusan komputer terinfeksi di 600 lokasi.

Nissan Motor Co. hari Senin mengukuhkan sebagian unitnya menjadi sasaran, tetapi tidak berdampak besar pada bisnis.

Juru bicara Hitachi Yuko Tainiuchi mengatakan surat-surat elektronik (email) berjalan lamban atau bahkan tidak terkirim, dan berkas-berkas tidak bisa dibuka. Perusahaan itu meyakini masalahnya terkait dengan serangan ransomware, meskipun belum ada uang tebusan yang diminta. Mereka memasang piranti lunak untuk mengatasinya.

Pusat Koordinasi Tim Respon Darurat Komputer Jepang, organisasi nirlaba yang memberikan bantuan terkait serangan komputer, mengatakan 2.000 komputer di 600 lokasi di Jepang dilaporkan terkena dampaknya sejauh ini.

Beberapa individu juga dilaporkan jadi sasaran.

Serangan itu, yang disebut “WannaCry,” melanda 150 negara. Peretasan itu melumpuhkan komputer-komputer yang mengoperasikan jaringan rumah sakit Inggris, jalur rel kereta nasional Jerman serta berbagai perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh dunia. Serangan itu diduga sebagai pemerasan online terbesar yang pernah ada. [vm]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*