Dosen ITB Ditemukan Tewas, Orangtua Langsung Berangkat ke Bandung

Sebuah karangan bunga belasungkawa terlihat di halaman rumah orang tua Suryo Utomo, di Jalan Semboja, Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (15/5/2017).(Sumbr: KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah)

BOGOR, Baranews.co – Kediaman rumah orangtua Suryo Utomo, Dosen School of Business Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditemukan tewas, Sabtu (13/5/2017), di Waduk Cirata, Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, tampak sepi, Senin (15/5/2017).

Rumah yang beralamat di Jalan Semboja, Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ini tidak terlihat aktivitas apa pun.

Hanya terlihat sejumlah kendaraan pribadi terparkir di halaman rumah serta sebuah karangan bunga belasungkawa untuk almarhum Suryo Utomo.

Menurut penjaga rumah, Sasman mengatakan, saat ini, orangtua Suryo sedang berada di Bandung untuk melihat kondisi anaknya, paska ditemukan tewas di Kabupaten Cianjur. Mereka berangkat ke Bandung tiga hari setelah mendapat kabar Suryo menghilang.

“Ini rumah orangtuanya Pak Suryo, namanya Ibu Ika dan Pak Agung. Beliau sudah di Bandung. Sekarang tidak ada orang di dalam rumah,” kata Sasman, saat ditemui, Senin (15/5/2017).

Sasman menuturkan, sejak Senin malam, banyak tamu dan kolega yang datang untuk mengucapkan belasungkawa. Namun, karena pemilik rumah tidak berada di tempat, tamu pun tak berlama-lama di rumah tersebut.

Sasman mengatakan, dirinya justru baru mengetahui jika Suryo telah meninggal setelah tamu berdatangan ke rumah dan menyampaikan hal itu. Dirinya hanya mengetahui bahwa Suryo menghilang lewat pemberitaan di media massa.

“Ini karangan bunga juga baru datang malam tadi. Waktu itu, Ibu Ika pas pergi cuman bilang, saya pergi dulu sama Pak Agung,” kata Sasman.

Sasman menambahkan, Suryo jarang datang ke rumah orang tuanya di Bogor ini. Ia menyebut, terakhir kali bertemu dengan Suryo tiga bulan lalu. Meski jarang bertemu, Sasman menilai, Suryo merupakan orang yang baik dan ramah.

“Mungkin karena sudah tinggal di Bandung sama istri dan anaknya, Pak Suryo jadi jarang ke sini (Bogor). Dia baik kok, saya pernah dikasih baju sama beliau,” tuturnya.

Sebelumnya, Suryo Utomo (30) dilaporkan menghilang sejak Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dalam laporan kehilangan disebutkan, Suryo saat itu berangkat dari Jalan Sangkuriang, Kota Bandung menggunakan mobilnya Toyota Vios warna silver dengan nomor polisi F 1031 DC.

Suryo ketika itu bermaksud mengantar ibunya, Ika Rini Astuti, ke Terminal Leuwipanjang untuk naik bus tujuan Bogor. Namun, setelah mengantar ibunya, Suryo belum juga kembali ke rumah.

Sabtu, (13/5/2017), jasad Suryo ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB di Waduk Cirata, Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Korban menggunakan kaus hitam dan celana dalam seperti yang dikenakan sebelum hilang. Hal itu kemudian dibenarkan oleh Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo. (Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*