Bankir Perempuan Adukan Dua Polisi Terkait Cinta dan Video Mesum

Bankir perempuan asal Banjarnegara, WW, memperlihatkan screenshot percakapan dengan Aipda Agus via BlackBerry Messenger di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Semarang, Selasa (2/5/2017). (Sumber: TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO)

SEMARANG, Baranews.co – WW (35) melaporkan dua oknum kepolisian Polres Banjarnegara ke kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (2/5/2017) siang.

Dua oknum yang dimaksud berpangkat Aiptu ES dan Aipda AS. Mereka saling kenal.

“ES menjabat Kanitreskrim Polsek Pandanarum, AS di bagian penjagaan Polsek Batur. Wilayah hukumnya Polres Banjarnegara,” ujar perempuan berkerudung itu pada Selasa (2/5/2017).

Pegawai bank pelat merah di Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tidak menerima dikatakan memiliki rekaman video mesum pribadi oleh Aiptu ES.

“Saya tidak pernah merekam adegan mesum pribadi. Itu fitnah comberan dan sudah disebarkan ES ke teman-teman kepolisian Banjarnegara,” ungkap WW meninggi.

Fatalnya, informasi itu ditanggapi serius oleh Aipda AS. Pengakuan WW tersebut membuat penasarn AS, sehingga berulangkali mempertanyakan video mesum pribadi.

Rupanya Aipda AS penasaran ingin melihat gaya bercinta WW.

Ayo to, aku delok sitik videone (ayo dong lihat sedikit videonya, red) Begitu katanya AS. Mulanya bertanya-tanya lewat BBM saya jawab tidak ada. Lalu tanya lagi pas ketemu di rumah dan kantor saya, sampai terdengar orang-orang sekitar saya,” imbuh WW.

Berdasar informasi AS, WW berujar ES telah membeberkan cerita panas itu ke rekan-rekan kepolisian, kala pisah sambut Kasatreskrim Polres Banjarnegara pada 2016 lalu.

“Saya ingin polisi-polisi bermulut comberan itu ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas dia.

Sebelum melapor ke Ditreskrimum Polda Jateng, WW mengatakan sudah lapor ke Mapolres Banjarnegara.

“Sampai-sampai laporan saya tulis judulnya, ‘Harta Lenyap Cinta Melayang.’ Saya stres, hampir bunuh diri,” sambung WW.

Menurut WW, Polres Banjarnegara terkesan melindungi dua oknum anggota kepolisian tersebut.

“Waktu itu Kapolres Banjarnegara AKBP Saiful Anwar. Katanya, kalau saya tidak punya bukti rekaman suara ES saat beberkan soal video mesum saya dituntut balik,” terang dia.

Sebagai informasi, ES dan WW pernah menjalin asmara. Mereka berkenalan pada 1 Juli 2001 silam. Hubungan mereka mulai renggang saat ES ketahuan masih beristri.

“Dia janji mau menceraikan istrinya, lalu menikahi saya. Untuk memuluskan hal itu ia harus menyuap Kapolres dan Kapolda. Saya sudah habis ratusan juta rupiah, tetapi sia-sia,” terang dia. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo/tribunnews.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*