TINJU: “Singa Muda” Anthony Joshua

Sumber: Sky Sports

Anthony Joshua menambah rekam jejak prestasinya dalam dunia tinju kelas berat. Dari 19 pertarungan, dia belum pernah kalah dan berhasil mencatatkan 19 KO. Petinju berusia 27 tahun ini menambah koleksi kemenangannya setelah menghentikan petinju senior Wladimir Klitschko (41), Sabtu (29/4).

Singa muda” dari Watford, Inggris, itu ingin kembali bertarung menghadapi lawan-lawannya. Pertarungan Joshua melawan Klitschko, pemegang gelar juara dunia selama sembilan tahun, tak bisa dimungkiri membawa kemakmuran bagi Joshua.

Untuk menghadapi Klitschko di depan 90.000 penonton yang memadati Stadion Wembley, ia dan petinju Ukraina itu mendapat bayaran 15 juta poundsterling. Itu belum termasuk bagi hasil iklan dan penyiaran yang diberikan kepada kedua petinju.

Laman telegraph.co.uk menyebut, Joshua saat ini menjadi petinju dengan bayaran paling mahal di Inggris. Klitschko lalu datang untuk menantang Joshua demi menggabungkan tiga gelar sekaligus, yaitu juara dunia Federasi Tinju Internasional (IBF), Organisasi Tinju Internasional (IBO), dan Asosiasi Tinju Dunia (WBA) Super.

Klitschko yang berjuluk “Dr Steelhammer” kehilangan gelar IBO dan WBA Super dari Tyson Fury pada pertarungan November 2015 di Esprit Arena, Duesseldorf, Jerman. Itu adalah kekalahan pertamanya setelah 11 tahun bergelimang kemenangan.

Namun, ambisi Klitschko untuk kembali menjadi juara dunia gagal setelah ia ditumbangkan Joshua di ronde ke-11. Pertarungan keduanya disebut-sebut sebagai pertarungan terhebat di tinju kelas berat setelah Mike Tyson-Evander Holyfield (1997).

Klitschko yang diprediksi masih bisa bertarung hingga usia 50 tahun mungkin saja menginginkan pertandingan ulang melawan Joshua demi bisa mengembalikan harga dirinya sebagai petinju dunia.

“Saya tidak keberatan jika Klitschko menginginkan pertandingan ulang. Saya benar-benar menghormati dia, baik di atas ring maupun di luar ring,” kata Joshua selepas bertanding.

Lawan lain mengincar Joshua, yaitu Joseph Parker (25), petinju Amerika kelahiran Selandia Baru, pemegang gelar juara dunia Organisasi Tinju Dunia (WBO). Parker pantas penasaran karena usia mereka tidak terpaut jauh dan ia memiliki rekam jejak sebagai petinju belum terkalahkan. Dari 22 pertarungan, Parker mencatatkan 18 KO.

Ia merebut gelar WBO dari petinju Meksiko, Andy Ruiz, Desember 2016. “Rasanya luar biasa jika bisa melawan Joshua. Dia telah menjalani pertarungan berat dan berhasil mempertahankan gelarnya,” kata Parker.

Tyson Fury juga menjadi pilihan lawan bagi Joshua. Seperti ditulis BBC, Joshua menantang Fury (28) setelah malam perayaan di Wembley.

Fury tidak lagi bertinju sejak mengalahkan Klitschko pada 2015 karena persoalan mental. Ia dikenai sanksi dan berhadapan dengan hukum terkait narkoba. Ia juga dikenal kasar dan brutal.

Pertarungan elegan

Pertarungan Klitschko melawan Joshua mendapat banyak pujian dari publik. Kedua petinju dianggap menyajikan pertarungan yang elegan.

“Seperti yang saya sampaikan dari awal, ini akan menjadi pertarungan klasik dan petinju terbaiklah yang akan menang,” kata Joshua.

Tiga juri memberi skor 2-1 untuk kemenangan Joshua, yaitu 96-93 dan 95-93 untuk Joshua, serta 95-93 untuk Klitschko. Wasit menghentikan laga saat ronde ke-11 berlangsung 2 menit 23 detik.

Pukulan uppercut kanan Joshua mendarat di kepala Klitschko, membuat petinju Ukraina ini sempoyongan. Akhirnya, dengan pukulan hook kiri, Joshua menjatuhkan Klitschko, yang segera kembali bangun.

Namun, Joshua lagi-lagi menjatuhkan Klitschko yang kembali bangkit hanya untuk mendapatkan banyak pukulan. Wasit David Fields yang memimpin pertarungan pun menghentikan duel saat Klitschko bersandar tak berdaya di ring, dihujani pukulan oleh Joshua.

“Saya harap Anda menikmati pertarungan kami,” kata Klitschko yang masih berpikir apakah akan kembali melawan Joshua.

Ia ingin bisa seperti Muhammad Ali dan George Foreman yang masih bisa kembali mendapatkan gelar juara dunia ketika publik memandang sebelah mata karena usia.

Dari sisi bisnis, para penata tandingan tentu masih memilih-milih siapa lawan tanding Joshua.

Seperti ditulis BBC, tinju di Inggris menjadi hiburan berkelas yang mampu menarik banyak penonton.

Stadion Wembley (lama) pernah menampung 35.000 penonton untuk menyaksikan pertarungan Henry Cooper melawan Muhammad Ali pada 1963. Penonton kembali melimpah dengan jumlah makin banyak, yaitu 46.000, ketika dua petinju itu bertarung kembali di Highbury, tiga tahun kemudian.

Pertarungan Nigel Benn melawan Chris Eubank pada 1993 dilimpahi 47.000 penonton. Sementara pertarungan Carl Froch melawan George Groves II di Wembley, tiga tahun lalu, mampu menyedot 80.000 penonton.

Joshua melawan Klitschko menancapkan tonggak sejarah penonton paling banyak di Inggris. Manajer Joshua, Eddy Hearn, mengatakan siap memasarkan Joshua ke Afrika, Timur Tengah, dan China. Menurut Hearn, ketiga wilayah itu sangat menyukai pertarungan Joshua. (AP/Lusiana Indriasari)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*