Sri Mulyani Beberkan Hasil Pertemuan IMF-World Bank

Sumber: detiknews/Hasan Alhabshy

JAKARTA, Baranews.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai hasil pertemuan IMF-World Bank dalam acara Spring Meetings 2017 yang diadakan langsung di Washington D.C, Amerika Serikat (AS).

Blak-blakan yang dilakukan Sri Mulyani melalui akun Facebook Kementerian Keuangan yang berdurasi sekitar 12 menit. Pertama, dia mengatakan memulai acara Spring Meeting IMF dan World Bank Tahun 2017, dengan memberikan pidato di US Indonesia Relation (USINDO), acara tersebut suatu pertemuan makan malam dengan mengundang investor, policy maker, maupun pemimpin-pemimpin di Washington mulai dari NGO, maupun masyarakat.

Pada kesempatan itu juga, Sri Mulyani memberikan penjelasan mengenai kondisi ekonomi Indonesia, reformasi yang tengah dilakukan, serta ambisi pemerintah untu bisa merealisasikan pertemuhan ekonomi yang tinggi dengan kualitas yang baik.

“Yang makin memiliki inklusifitas sehingga masyarakat bisa ikut berperan serta dan maupun mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” kata Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Masih di acara USINDO, Sri Mulyani mengaku menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan pandangannya mengenai proteksionisme maupun berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika yang berpotensi akan menciptakan pengaruh terhadap perekonomian dunia, dan ini merupakan salah satu topik yang dibahas selama Spring Meeting IMF-World Bank.

Mantan Direktur Bank Dunia ini juga mendapatkan penghargaan dari USINDO. Penghargaan itu diberikan atas aktivitasnya yang berhubungan dengan kebijakan publik dan kepedulian mengenai masalah kemiskinan dan pembangunan di seluruh dunia.

“Saya juga melakukan kegiatan untuk bersama-sama dengan seluruh tim saya untuk membahas mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur dan tantangan kemiskinan serta menciptakan pemerataan, saya juga disertai oleh beberapa BUMN PT SMI, PII untuk bicara bagaimana mendukung pembangunan infrastruktur dengan tidak hanya pendanaan dari APBN namun juga menggunakan skema-skema agar mampu menarik dana dari swasta sehingga kita mampu mencapai tujuan membangunan infrastruktur yang sangat penting bagi perekonomian dan sosial Indonesia tanpa harus mengancam keberlangsungan dari fiskal policy kita,” tambahnya.

Selanjutnya, Sri Mulyani juga diundang pada berbagai macam acara yang dilakukan dan diselenggarakan oleh IMF-World Bank. Seperti women empowerment yang dilakukan pada 21 April 2017 atau bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

“Saya memperingati Hari Kartini dengan berpartisipasi sebagai salah satu panelis di dalam pembahasan women empowerment di seluruh dunia yang sangat penting untuk mencapai tujuan pengurangan kemiskinan dan menciptakan perimbangan dan inklusifitas serta kualitas pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia,” jelasnya.

Acara selanjutnya yang didatangi adalah mengenai acara yang membahas mengenai negara berkembang atau emerging market, mulai dari bagaimana negara berkembang menghadapi proteksionisme dan anti globalisasi yang terjadi di negara-negara barat, serta persiapan emerging market untuk menghadapi kenaikkan suku bunga oleh The Fed.

Selanjutnya, Dia menuturkan bertemu dengan banyak menteri keuangan, seperti menteri keuangan Kanada, menteri keuangan AS yang baru saja terpilih untuk membicarakan kerja sama di bidang financial action tax force.

“Yang merupakan salah satu divisi untuk melihat traffic lalu lintas keuangan yang berhubungan anti money laundry atau financing for terrorism,” kata Sri Mulyani.

Wanita yang akrab disapa Ani ini juga membahas kerja sama di bidang perpajakan, di mana sharing informasi Indonesia telah menyelesaikan pengampunan pajak dan telah melakukan reformasi perpajakan, sedangkan pemerintah AS baru memulai reformasi perpajakan.

Dia juga bertemu dengan menteri keuangan Jepang untuk membahas bilateral antara Jepang dengan Indonesia yang berhubungan kerja sama ekonomi. Bertukar pikiran dengan menteri keuangan India untuk menciptakan perbaikan dan melindungi kelompok miskin.

Lalu, bertemu dengan menteri keuangan Korea Selatan yang membahas hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korsel, dan juga bertemu dengan menteri keuangan Swiss yang berdiskusi mengenai kondisi ekonomi di eropa dan bagaimana kebijakan ekonomi di Swiss yang diakui oleh dunia.

“Bagaimana kita bisa meniru berbagai policy di bidang pendidikan dan vokasional training yang ada di negara-negara eropa khsususnya Switzerland,” ungkapnya.

Selain itu, Ani juga mengaku bertemu dengan berbagai rating agency di acara tersebut. Pada pertemuan itu, dia menjelaskan mengenai kebijakan ekonomi Indonesia, terutama di bidang APBN, sehingga Indonesia bisa memberikan pandangan dan data yang sifatnya faktual agar mendapatkan assessment yang baik.

Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, dalam acara Spring Meeting IMF-World Bank 2017 juga dirinya datang sebagai pimpinan development community yang merupakan suatu komite yang menghimpun seluruh menteri-menteri pembangunan yang menjadi gubernur dari bank dunia.

Tujuannya adalah untuk membahas kondisi dan tantangan pembangunan pada saat ini, terutama dikaitkan dengan komitmen untuk mencapai Sustainable Development Golds, bagaimana menghilangkan kemiskinan di dunia, dan bagaiamana menciptakan kemakmuran yang luar biasa.

“Kita membahas berbagai reformasi yang dibutuhkan oleh negara-negara untuk mencapai tujuan tersebut, dan juga peranan bank dunia untuk membantu terutama negara-negara miskin di Afrika, negara-negara yang mengalami konflik dan negara yang harus menghadapi kondisi pengungsi yang sangat membutuhkan dukungan dari sisi kemanusiaan maupun dari sisi pembangunan,” kata Sri Mulyani.

Lalu, Sri Mulyani dengan timnya juga menghadiri salah satu komite di IMF yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara. Pada acara ini, dibahas mengenai kondisi ekonomi terknini. Pada pertemuan ini ditemukan hal positif, yaitu ekonomi pada 2017-2018 diperkirakan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ditahun sebelumnya.

Namun, lanjutnya, tantangan perekonomian pada 2017-2018 juga cukup besar, tantangan tersebut berasal dari proteksionisme maupun geopolitik, yaupun kondisi yang tidak pasti dari arah kebijakan negara-negara maju yang terkait dengan pemilu di Eropa.

“Oleh karena itu dari pertemuan tersebut di bahas berbagai hal yang menyangkut bagaimana negara-negara harus melakukan kebijakan ekonomi untuk menjaga dirinya dari pengaruh global economic yang tidak pasti, dan bagaiaman kerjasama dan koordinasi bisa dilakukan agar ekonomi dunia menjadi sehat dan demikian ekonomi dari masing-masing negara semakin sehat dan baik,” tegasnya.

Menurut Sri Mulyani, Spring Meeting IMF-World Bank 2017 merupakan pertemuan yang penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri sebagai tuang rumah pertemuan tahunan IMF-World Bank pada 2018 di Bali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk mempersiapkan dari keseluruhan logistik maupun tempat dan berbagai hal yang perlu disiapkan.

Dari seluruh pertemuan yang sudah dilakukan, Sri Mulyani berharap adanya banyak manfaat bagi Indonesia, sebab ada 15 ribu tamu yang akan hadir, terutama bagi negara-negara yang memiliki kekuasaan dan kewenangan di bidang keuangan internasional.

“Kita juga diberikan pada kesempatan itu kemampuan untuk mempresentasikan kawasan ASEAN yang selama ini menjadi kawasan yang paling aktif dan potensional di dalam perekonomian dunia,” ungkapnya.

“Demikian Kunjungan saya di Wahington DC, dan saya akan kembali lagi ke Indonesia, tentu saja dengan berharap bahwa kita bisa terus menjaga ekonomi Indonesia, sehingga untuk menciptakan kondisi ekonomi yng adil dan makmur. Terima kasih,” tutupnya. (ang/ang)/Hendra Kusuma – detikFinance/if

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*