Pengecam Partai Komunis Terkenal, Guo Dicari-cari di Tiongkok

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Interpol hari Rabu mengeluarkan “pemberitahuan” untuk menangkap miliarder dan pengecam Partai Komunis, Guo Wengui tapi tidak merinci dugaan-dugaan kejahatannya.

Miliarder Tiongkok dan kritikus Partai Komunis Guo Wengui saat wawancara dengan VOA Mandarin, 19 April 2017.

Baranews.co – Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Interpol hari Rabu mengeluarkan “pemberitahuan” untuk menangkap miliarder dan pengecam Partai Komunis, Guo Wengui tapi tidak merinci dugaan-dugaan kejahatannya.

Juru bicara kementrian luar negeri Lu Kang mengatakan “yang kami ketahui adalah Interpol sudah mengeluarkan nota merah untuk tersangka kriminal Guo Wengui”.

Komentar itu disampaikan ketika VOA seksi Mandarin mengudarakan wawancara langsung dengan Guo yang sebelumnya mengatakan ia akan memberi rincian mengenai korupsi yang melibatkan para pemimpin Tiongkok.

Pejabat Tiongkok telah menyampaikan keprihatinan kepada VOA mengenai wawancara itu sebelum dilakukan tapi berkali-kali menolak tawaran untuk membantah klaimnya selama dan setelah wawancara disiarkan. Di masa lalu, Guo menyampaikan tuduhan-tuduhan usaha rahasia yang dikuasai oleh para pemimpin senior Tiongkok atau keluarga mereka. Ia menggambarkan lebih rinci dalam wawancara hari Rabu yang belum dibuktikan dengan fakta.

Guo yang berbicara secara langsung kepada VOA selama satu jam mengatakan perintah penangkapannya dari Interpol bermotif politik dan untuk mencegah wawancara itu.

Dalam pesan Twitter ia menyangkal tuduhan-tuduhan Tiongkok dan menyebut perintah penangkapannya “prilaku bunuh diri yang datang dari pejabat yang sangat korup yang ketakutan saya akan memaparkan kejahatan mereka”.

Guo mengatakan ia tidak seperti pebisnis lain yang berasal dari Tiongkok tetap menjaga hubungan dengan Biro Keamanan Negara, organ yang bertanggung jawab untuk melakukan mata-mata dan memantau warga Tiongkok di luar negeri. Ia mengatakan Biro Keamanan akan mendukung usahanya sementara menugaskannya untuk mengumpulkan informasi dan merangkul pembangkang di luar negeri termasuk pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

Guo mengatakan ia telah bertemu dengan Dalai lama “beberapa kali” dan menyimpan salinan surat Dalai Lama yang ditulis kepada Presiden Xi Jinping dan Meng Jianzhu ketua Komite Urusan Politik dan Hukum, Partai Komunis yang berpengaruh. (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*