11 Tersangka Pengedar Narkoba Diringkus Polres Bengkulu

Sebanyak 11 tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu berhasil diringkus anggota Satuan Unit Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu.

Petugas Kepolisian Gorontalo Kota menunjukan barang bukti saat gelar kasus pengedar pil koplo di Mapolres Gorontalo Kota, Senin (7/3). Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota berhasil menangkap empat tersangka pengedar pil Koplo beserta barang bukti sebanyak 510 butir yang peroleh para tersangka dari daerah Ampana, Sulawesi tengah. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pd/16

Bengkulu, Baranews.co – Sebanyak 11 tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu berhasil diringkus anggota Satuan Unit Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu.

Kepala Polres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta, di Bengkulu, Rabu (19/4) membenarkan pihaknya berhasil menciduk sebanyak 11 orang pelaku pengedar ganja dan sabu di daerah ini.

“Sekarang 11 tersangka berikut barang bukti masih kami amankan di Mapolres Bengkulu, untuk kepentingan proses hukum selanjutnya. Hasil pemeriksaan mereka kami kembangkan di lapangan guna meringkus jaringan pengedar norkoba lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari para tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu kilogram ganja kering dan 16 paket sabu-sabu yang siap diedarkan kepada para pelanggan mereka di Kota Bengkulu.

Barang bukti ganja seberat satu kilogram tersebut, kata Kapolres Bengkulu, milik tiga pelaku yang diduga kuat sebagai bagian dari jaringan pengedar antar provinsi. Mereka adalah DY, DS, dan JL.

Sedangkan delapan tersangka lainnya merupakan anggota jaringan pengedar narkoba jenis ganja dan sabu di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Mereka adalah SU, RK, JG, ES, DK, EA, HA, dan CS.

Kapolres Bengkulu menambahkan, 11 tersangka ditangkap anggota Satuan Narkoba secara terpisah di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) di daerah ini. Namun, AKBP Ardian Indra Nurinta tidak menjelaskan secara rinci penangkapan 11 tersangka pengedar barang haram tersebut.

“Yang jelas, beberapa hari lalu, kami berhasil meringkus 11 orang tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu lokal dan antarprovinsi. Mereka sekarang masih kita periksa secara intensif guna mengungkap jaringan mereka di daerah ini,” ujarnya.

Selain itu, pemeriksaan terhadap tersangka juga dilakukan untuk mengungkap jaringan pemasok barang haram tersebut ke Bengkulu. Disinyalir pemasok ganja dan sabu ke Bengkulu, dilakukan oleh bandar besar dari luar daerah ini.

Untuk mengungkap jaringan pemasok narkoba ke Bengkulu tersebut, penyidik Unit Narkoba, Polres Bengkulu, saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap 11 tersangka. Hasil pemeriksaan langsung dikembangkan di lapangan.

“Kita berharap dari hasil pemeriksaan terhadap 11 tersangka tersebut, sehingga bandar besar pemasok narkoba jenis ganja dan sabu ke Bengkulu, dapat kita ringkus dalam waktu dekat,” ujarnya.

Bandar Asal Aceh

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu, Selasa (18/4) sore berhasil meringkus RHT, seorang bandar narkoa asal Kabupaten Pidie, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Tersangka RHT ditangkap anggota BNN Bengkulu, di salah satu warung bakso, di kawasan Kelurahan Surabaya, Kota Bengkulu, Selasa sore. Saat ditangkap RHT diduga akan melakukan transaksi barang haram tersebut dengan pelanggannya, yakni FA, DV, dan MDN.

Kepala Bidang Brantas, BNN Bengkulu, AKBP Marlian mengatakan, penangkapan bandar narkoba asal Aceh ini, berawal dari informasi masyarakat setempat yang peduli dengan pemberantasan narkoba di Bengkulu.

Dari tangan tersangka petugas BNN Bengkulu, berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu hampir seberat setengah kilogram. Barang haram milik RHT tersebut dibawa langsung dari Aceh.

Barang haram ini rencananya akan dijual RHT kepada tiga rekannya, yakin DV, FA, dan MDN. Namun, belum sempat sabu tersebut dijual mereka keburu diringkus anggota BNN Bengkulu.

“Saat ini, tersangka berikut barang bukti sabu seberat hampir 0,5 kg masih kami amankan di Kantor BNN Bengkulu, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

 

 

Usmin/JAS

Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*