Pemilu 2019, Parpol Baru Perlu Mulai Merapat ke Jokowi

Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Presiden Jokowi dinilai akan berpengaruh positif terhadap parpol yang sedari awal menyatakan sebagai pendukungnya. Namun, demi menghadapi pemilu 2019, mendukung Jokowi harus dibarengi dengan kerja nyata di lapangan.

Jakarta, Baranews.co – Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Presiden Jokowi dinilai akan berpengaruh positif terhadap parpol yang sedari awal menyatakan sebagai pendukungnya. Namun, demi menghadapi pemilu 2019, mendukung Jokowi harus dibarengi dengan kerja nyata di lapangan.

Seperti diungkapkan Direktur Program Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, bisa dipahami parpol yang sejak sekarang mendukung Jokowi pasti akan melanjutkannya di Pilpres 2019. Partai seperti Golkar, atau partai baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah melakukannya.

Kata Sirojudin, hal itu adalah langkah yang tepat. Karena figur Jokowi memang baik dan merakyat. Di sisi lain, dukungan ke Jokowi juga akan membawa berkah bagi parpolnya sendiri.

“Misalnya, dukungan PSI bisa membawa berkah positif bila kinerja Jokowi dalam memimpin Indonesia dinilai masyarakat positif. Atau contoh lain, elektabilitas Partai Golkar yang cenderung meningkat setelah memberikan dukungan kepada Jokowi untuk kembali maju pada tahun 2019,” jelas Sirojudin, Kamis (13/4).

Kata dia, citra positif yang dibawa Jokowi akan berpengaruh terhadap siapapun yang mendukungnya, termasuk PSI.

Tapi di sisi lain, Sirojudin juga mengakui bahwa mendukung Jokowi saja tidak cukup. Parpol juga harus menunjukkan platform reformasi yang diinginkan masyarakat. Dia menyontohkan, yang dilakukan PSI dengan menyosialisasikan agenda mendahulukan anak-anak muda, sudah benar. Karena masyarakat semakin tahu keinginan baik yang diusung partai itu.

Dia ingatkan, kerja lain yang penting untuk dilakukan adalah membangun kredibilitas. Yakni dengan hadir di tengah-tengah masyarakat di seluruh daerah. Dari kehadiran itu, parpol bisa mencari calon anggota legislatif yang harus bersih dan berintegritas tinggi.

“Bila hal demikian dilakukan, khususnya oleh parpol baru seperti PSI, pada Pemilu 2019 mereka akan mendapat simpati lebih dari masyarakat,” kata Sirajuddin.

Cara itu, kata dia, juga pernah dilakukan oleh Partai Nasdem pada tahun 2014, Gerindra pada tahun 2009 dan Partai Demokrat tahun 2004.

 

Markus Junianto Sihaloho/FMB

BeritaSatu.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*