ETA: Sejarah Separatisme Berdarah di Spanyol

Sumber: dw.com

Kelompok separatis Baskia, ETA, membubarkan diri meski gagal mewujudkan mimpi kemerdekaan setelah lima dekade penuh teror dan korban jiwa. Inilah sejarah kelompok teroris asal Spanyol tersebut.

Kebebasan di Tanah Baskia

Seorang pria tua berjalan melewati gambar grafiti lambang ETA di Goizueta, Spanyol. ETA alias Euskadi Ta Askatasuna atau Kebebasan Negara Baskia adalah bekas organisasi bawah tanah yang menuntut kemerdekaan bangsa Baskia di utara Spanyol dan barat daya Perancis.

ETA Graffiti (picture-alliance/dpa/J. Diges)

Dua Wajah ETA

Dideklarasikan sebagai organisasi teror oleh Uni Eropa, ETA sebenarnya telah dibentuk sejak tahun 1959. Awalnya kelompok ini fokus mempopulerkan budaya dan tradisi Baskia. Namun ETA kemudian menjelma menjadi kelompok bersenjata dan aktif menebar aksi teror seperti penculikan, pemboman dan pembunuhan.

Bombenanschlag in Burgos Flash-Galerie (AP)

Kampanye Berdarah

Pada Juli 2009 ETA meledakkan sebuah gedung 14 tingkat di kota Burgos dengan menggunakan bom mobil. Kelompok ini sejak lama melancarkan kampanye berdarah demi kemerdekaan Baskia dari Perancis dan Spanyol antara 1968 hingga 2010. Selama periode gelap tersebut ETA mendalangi 4.000 serangan teror yang menewaskan 829 orang.

Luis Carrero Blanco bei Anschlag getötet (picture-alliance/dpa)

Pembunuhan Bersejarah

Tindakan revolusioner pertama ETA adalah dengan mengibarkan bendera “Ikurrina” yang dilarang peredarannya. Tahun 1973 kelompok ini membunuh Luis Carrero Blanco, kepala pemerintahan Spanyol dan salah seorang kepercayaan diktatur Spanyol Fransisco Franco. Pembunuhan itu turut mendorong kembalinya Spanyol ke sistem Monarki Konstitusional.

ETA Separatisten (picture-alliance/AP Photo)

Perjuangan Tanpa Hasil

Target pembunuhan pertama ETA adalah kepala polisi rahasia di San Sebastian pada tahun 1968 dan yang terakhir adalah seorang polisi Perancis yang tewas ditembak pada 2010. ETA pernah mengumumkan gencatan senjata pada 1989, 1996, 1998, 2006 dan 2010. Pada 2011 kelompok tersebut menghentikan “semua bentuk aktivitas bersenjata.” Tahun 2017 ETA resmi membubarkan diri.

ETA Demonstration in Bilbao (picture-alliance/abaca)

Pembubaran Berharga Amnesti

Pada Januari 2017 puluhan ribu penduduk Spanyol berdemonstrasi menuntut pemindahan tahanan ETA ke penjara di dekat kota asalnya. Menjelang bubar, kelompok separatis ini sempat menegosiasikan amnesti dan perbaikan situasi tahanan untuk 350 anggotanya yang ditahan di Perancis dan Spanyol.

Spanien Logrono Menschen begrüßen Arnaldo Otegi Führer ETA Haftentlassung (picture-alliance/AP Photo/A. Barrientos)

Kemerdekaan Lewat Jalur Damai

Arnaldo Otegi, bekas Ketua Umum Partai Batasuna yang memperjuangkan kemerdekaan Baskia, meninggalkan penjara Logrono pada Maret 2016. Dalam sebuah wawancara ia menyambut pelucutan senjata milik milisi ETA. Otegi juga menekankan kemerdekaan Baskia hanya bisa ditempuh lewar jalur damai.

Frankreich Matthias Fekl (picture-alliance/dpa/F. Lafite)

Akhir Sejarah

Menteri Dalam Negeri Perancis, Matthias Feki, menilai pelucutan senjata ETA adalah sebuah “langkah besar.” Sebaliknya Spanyol menuntut ETA agar meminta maaf atas kekerasan berdarah yang menimbulkan korban jiwa selama beberapa dekade terakhir. Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy saat itu mengklaim pelucutan senjata melambangkan “kekalahan mutlak” ETA. (Penulis: Aasim Saleem/dw.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*