Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di Senayan

Ahok di hari terakhir kampanye temui relawan di Senayan. (Sumber: Bisma Alief/detikcom)

JAKARTA, Baranews.co – Pada pukul 16.00 WIB sore ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan kembali menjadi gubernur definitif. Sebelum menghadiri acara serah-terima di Balai Kota DKI, Ahok yang juga cagub DKI itu menyempatkan diri untuk menghadiri acara ‘Jakgram’ yang dibuat oleh relawannya di Senayan.

Ahok hadir di lokasi acara, Plaza Selatan Senayan, sekitar pukul 14.45 WIB, Sabtu (15/4/2017). Mengenakan kemeja berwarna putih, dia sempat mencoba permainan basket yang disediakan oleh panitia.

Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di SenayanFoto: Ahok di hari terakhir kampanye ke Senayan. (Bisma Alief/detikcom)

Selain itu, Ahok juga sempat melihat pameran foto beberapa proyek di Jakarta hasil jepretan sejumlah fotografer. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengucapkan terima kasih karena masih ada kelompok masyarakat yang sadar akan keberagaman yang ada di Jakarta. Menurutnya, keberagaman adalah pondasi terbentuknya negara ini.

“Saya sih terima kasih, ada kelompok masyarakat yang sadar bahwa dasar dari negara kita ini adalah keberagaman. Ibarat pondasi (keberagaman ini) dan tentu kita harus dukung acara seperti ini,” kata Ahok di lokasi acara.

“Nanti kita lihat saja anak-anak yang pakai sosial media seperti apa,” jawab Ahok saat ditanya apa dampak yang dia harapkan dari acara ‘Jakgram’.

Sebelum Kembali Jadi Gubernur Aktif, Ahok Temui Relawan di SenayanFoto: Ahok di hari terakhir kampanye ke Senayan. (Bisma Alief/detikcom)

Sementara itu, Ketua Panitia ‘Jakgram’, Premita Fifi Widhiawati berujar kegiatan Jakgram bisa dijadikan melting pot untuk keberagaman yang ada di Jakarta. Sama seperti Ahok, Premita juga menyebut keberagaman sebagai sebuah ‘pondasi bangunan’ negara Indonesia.

“Kita memandang bahwa Jakarta adalah melting pot, bukan cuma dari sisi suku, agama, ras dan etnis. Tapi seperti yang disampaikan tadi oleh Pak Ahok ini adalah harta karun pemersatu kita semua,” ujarnya di lokasi yang sama.

“Sayang sekali kita membuat keberagaman ini jadi tidak beragam. Karena itu berarti membongkar pondasi bangunan rumah kita,” lanjut Premita. (bis/elz)/Bisma Alief Laksana – detikNews/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*