Gempa Guncang Ngada dan Sumba di NTT

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Kupang, Hasanudin melaporkan gempa dengan kekuatan 3,4 SR mengguncang wilayah Ngada Flores dan Sumba Barat 3,3 SR Nusa Tenggara Timur meskipun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

ilustrasi

Kupang, Baranews.co – Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Kupang, Hasanudin melaporkan gempa dengan kekuatan 3,4 SR mengguncang wilayah Ngada Flores dan Sumba Barat 3,3 SR Nusa Tenggara Timur meskipun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa bumi tektonik di Ngada dengan kedalaman 155 kilometer itu terjadi pada sekitar pukl 09.57.55 Wita itu dengan lokasi pada 09:03 Lintang Selatan 121,00 bujur timur atau sekitar 31 kilometer Tenggara Ngada-NTT,” katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.

Beberapa menit kemudian yaitu pada pukul 11.09:04 Wita, katanya gempa serupa dengan kekuatan 3,3 SR juga mengguncang Sumba Barat dengan kedalaman 10 kilometer meskipun juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa bumi dengan lokasi pada 9:88 Lintang Selatan 119,27 bujur timur atau sekitar 35 kilometer Barat Daya Kabupaten Sumba Barat-NTT.

Dikatakan Hasanudin, gempa bumi tektonik umumnya terjadi karena daerah tumbukan lempeng Hindia-Australia yang bergerak menekan lempeng Eurasia di sebelah barat Pulau Sumatera dengan pergerakan tujuh cm per tahun selalu menjadi daerah potensial gempa.

Hasanudin mengatakan setiap gempa mempunyai siklus dan ada wilayah yang sudah lama belum ada catatan gempa besar atau seismic gap, pertama di kawasan mulai Pulau Pagai sampai sampai Pulau Enggano.

Kedua daerah yang melingkari pulau Siberut, Sipora dan Pagai. Di kedua zona itu belum pernah ada catatan gempa besar sehingga potensi terjadinya gempa dahsyat tinggal menunggu waktu.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan warga setempat sehingga terkejut dan berhamburan keluar rumah. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempabumi.

Jenis gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 70 mm/tahun, mengalami deformasi/patahan batuan tepat di Zona Benioff bawah lepas pantai selatan Pulau Bali. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu penyesaran naik (thrust fault). (beritasatu.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*