Ahok: Gue Keki Kalau Dibilang Bela Orang Kaya

Ahok di Pademangan (Sumber: Jabbar Ramdhani/detikcom)

JAKARTA, Baranews.co – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku keki bila disebut membela orang kaya selama dirinya memimpin Jakarta. Sebab, menurutnya, selama dia menjadi Gubernur DKI Jakarta, tak ada lain yang diutamakannya kecuali kepentingan masyarakat kecil.

“Keki gua. Kalau dibilang gua bantu orang kaya. Selama ini gua emang bantu siapa,” kata Ahok ketika berbincang dengan warga di Jalan Budi Mulia, Gang B4 RT 009/007 No 39, Pademangan Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/3/2017).

Ahok memaparkan, selama menjadi Bupati Belitung Timur pun dia selalu mengupayakan kebijakan untuk masyarakat kecil. Pemerintah daerah selalu memperhatikan masalah kesehatan warga tanpa memperhatikan status kekayaan seseorang.

Selain itu, Ahok mengatakan programnya selalu ditujukan kepada masyarakat kecil. Ia menyebut program Kartu Jakarta Pintar (KJP) kini dapat dinikmati siswa dari keluarga golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Begitu pula program bantuan bagi kaum duafa yang memberikan bantuan dari Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) dilakukan dengan cara transfer. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memiliki rekening bank dan tidak disunat atas bantuan yang diberikan.

“Nikmati KJP, berobat nggak bayar pada lupa. Semua kaum duafa sudah punya rekening bank, lo. Karena saya minta uang BAZIS itu ditransfer langsung. Agar tidak ada sunat-sunatan lagi. Sekarang ada nggak yang disunat?” ujar Ahok.

Selain itu, Ahok menyinggung soal penggusuran yang terus diembuskan oleh pihak yang tidak menyukainya. Dengan nada tegas, Ahok berbicara kepada warga bahwa dia hanya menggusur permukiman yang berada di bantaran sungai.

Selama menjabat Gubernur DKI, Ahok mengaku hanya ada satu permukiman yang pernah dibongkarnya dan tidak memiliki kaitan dengan program normalisasi sungai, yaitu Kalijodo. Penggusuran dilakukan karena di kawasan tersebut banyak kegiatan negatif.

“Saya selama jadi wakil gubernur sampai jadi gubernur, saya pernah bongkar kampung orang nggak? Saya gusur itu yang dekat kali. Kampung Pulo, Bukit Duri, Luar Batang,” ungkap Ahok.

“Saya diteriakin isu rumah mau dibongkar. Lu pernah lihat nggak rumah kampung yang dibongkar Ahok. Seumur saya menjabat, kampung yang baru saya bongkar dan nggak ada urusan sama kali itu cuma Kalijodo. Karena di sana gua udah muak sama narkoba, sama prostitusi, sama judi. Makanya kita bongkar itu Kalijodo,” sambungnya.

Ahok mengatakan penggusuran pun hanya dilakukan jika sudah tersedia rumah susun sebagai tempat relokasi warga. Penggusuran dilakukan sebagai program normalisasi kali untuk mengurangi potensi banjir.

Ia melanjutkan, saat ini program normalisasi baru berjalan 50 persen. Dia masih membutuhkan puluhan ribu unit kamar rusun agar program normalisasi sungai dapat optimal.

“Di Jakarta dulu ada 2.000 titik banjir. Sekarang tinggal 81 titik. Sekarang Jakarta sudah berkurang banjir. Lalu ada orang yang bilang, kalau Ahok jadi gubernur, apa mau lu digusur lagi? Logikanya di mana?” kata dia. (jbr/imk)/Jabbar Ramdhani – detikNews/if

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*