Bara Dendam “The Special One” di London

Sumber: Mirror
  • Taklukkan Millwall, Spurs Ikuti Arsenal ke Semifinal Piala FA

LONDON, Baranews.co – Jose Mourinho, Manajer Manchester United, sempat meraih predikat “Si Terhina” saat “pulang” ke Stamford Bridge, markas Chelsea, Oktober 2016. Sindiran keji itu menjadi bara dendam “Si Spesial” saat kembali ke London di perempat final Piala FA, Selasa (14/3) dini hari WIB.

Mourinho, yang dijuluki “The Special One” di Stamford Bridge satu dekade lalu, belum bisa melupakan kekalahan 0-4 MU di tangan Chelsea, yang saat ini diasuh Antonio Conte.

Ia merasa kian tertampar akibat gestur Conte yang memprovokasi penonton pada laga itu. Bagi Mourinho, yang membisikkan jerit hatinya ke Conte, ajakan sukacita kemenangan itu adalah sebuah penghinaan besar.

Mourinho, manajer “The Blues” tersukses dengan tujuh trofi, merasa perlu tetap dihormati. “Tidak ada yang bisa menghapus sejarah (prestasi) yang telah ditulis,” ujar Mourinho.

Untuk itu, Mourinho tak ingin kembali kehilangan muka di hadapan bekas timnya itu. Ia juga ingin menorehkan sejarah baru, yaitu manajer MU tersukses pasca rezim Sir Alex Ferguson. Jika mampu melewati Chelsea, “Setan Merah” berpeluang meraih treble atau tiga gelar musim ini. Mereka sebelumnya telah memastikan trofi Piala Liga dan lolos ke 16 besar Liga Europa.

“Trofi itu (Piala Liga) sangat bagus. Namun, saya bohong jika mengatakan itu cukup untuk kami. Trofi itu telah di museum. Kini saatnya kami fokus ke laga (trofi) lainnya,” tutur Mourinho jelang laga kontra Chelsea.

Namun, untuk mengalahkan Chelsea di kandangnya, hal yang hampir lima tahun tidak lagi dicapai MU, Mourinho perlu melakukan upaya ekstra. Taktik penguasaan bola dan umpan panjang MU terbukti tidak mempan di hadapan Chelsea.

Tanpa Ibrahimovic

Apalagi, Setan Merah tidak bisa diperkuat striker jangkungnya, Zlatan Ibrahimovic, yang diskors tiga laga kompetisi domestik akibat menyikut bek Bournemouth, Tyrone Mings, di Liga Inggris pekan lalu. Untuk itu, MU harus bermain rapat dan mengandalkan kecepatan barisan penyerang lincah seperti Marcus Rashford dan Henrikh Mkhitaryan saat menyerang balik.

Untuk memperkuat pertahanan, Mourinho bakal memainkan pola tidak lazim, yaitu 3-5-2. Lewat pola itu, MU bisa lebih fleksibel bertahan serta menyerang balik dengan tambahan dua bek sayap di kiri dan kanan. Taktik itu sempat diujicobakan di laga Liga Europa kontra Rostov, Kamis lalu.

Di lain pihak, Conte dan Chelsea berpeluang besar untuk kembali melukai Mourinho dan MU. Pasukan The Blues punya tenaga ekstra karena tidak diusik kompetisi lainnya di pertengahan pekan. Itu kontras dengan MU yang harus membagi fokus dengan Liga Europa.

Chelsea juga punya rekor menakutkan di kandang. Semenjak beralih ke formasi 3-4-3, mereka selalu menang di 12 laga terakhir di London. Mereka bahkan kerap membuat lawannya tak berkutik, dibuktikan dari jumlah kebobolan yang hanya enam gol di 12 laga terakhir di Stamford Bridge.

Tidak kalah dengan Mourinho, Conte juga punya ambisi khusus untuk mengukir prestasi di klub barunya itu. Ia tidak ingin kalah dari pendahulunya, Carlo Ancelotti, yang “mengawinkan” trofi Liga Inggris dan Piala FA pada musim pertamanya, 2010.

“Kami telah mempelajari MU dan akan mencari solusi terbaik agar dapat (kembali) mengatasi mereka,” ujar Conte.

Dengan kekuatan tim dan kecerdikan manajer yang nyaris setara, bukan tak mungkin laga ini akan berlangsung sengit hingga adu penalti. Untuk kali pertama, pada musim ini, tidak ada replay alias laga ulang di perempat final Piala FA. Jika imbang di 90 menit waktu normal, laga akan dilanjutkan ke babak tambahan hingga adu penalti. Tim dibolehkan mengganti empat pemain.

Sementara itu, Arsenal melaju ke semifinal seusai melumat Lincoln FC, 5-0, Minggu dini hari WIB. Menurut Manajer Arsenal Arsene Wenger, kemenangan itu jawaban atas kritik deras ke timnya akhir-akhir ini.

Keberhasilan itu diikuti klub London lainnya, Tottenham Hotspur, yang mengalahkan Millwall FC, 6-0, Minggu malam WIB. (AFP/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*