Wapres Evaluasi Anggaran dan Penyelenggaraan Asian Games

"Bahwa akan dipotong itu (anggaran) kan anggaraannya sudah pasti. Jumlah finalnya yang masih mau dilihat. Bahwa APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tidak sanggup kalau Rp 8,7 triliun kan itu sudah jelas,"

Jakarta, Bararanews.co – Pemerintah dipastikan memangkas anggaran penyelenggaraan Asian Games ke-18 yang akan dihelat pada tahun 2018. Hanya saja, belum dipastikan besaran pemangkasan tersebut. Hal itu diungkapkan Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) M Oemar usai mendampingi JK rapat dengan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (8/3).

“Bahwa akan dipotong itu (anggaran) kan anggaraannya sudah pasti. Jumlah finalnya yang masih mau dilihat. Bahwa APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tidak sanggup kalau Rp 8,7 triliun kan itu sudah jelas,” kata Oemar.

Menurutnya, JK selaku Ketua Panitia Pengarah Asian Games ke-18, memerintahkan untuk dilakukan evaluasi terkait penganggaran. Dengan tujuan, efisiensi anggaran. Mengingat, pemerintah tidak memiliki anggaran cukup untuk menghelat pesta olahraga yang diselenggarakan empat tahunan tersebut.

Tetapi, lanjutnya, JK menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan harus tetap diutamakan meskipun anggaran dikurangi. Sebab, perhelatan ini membawa nama bangsa, mengingat kembali diadakan di Tanah Air setelah 55 tahun silam, tepatnya pada tahun 1962.

“Belum, belum ada (pos anggaran) yang dihapus. Kriteria untuk mereview, tidak ada pemborosan, artinya satuannya juga dicek, (soal) kemahalan. Ada item yang mungkin duplikasi, misalnya untuk IT ((Informasi Teknologi) dan sebagainya, itu perlu dilihat ulang menurut Pak Wapres supaya tidak duplikasi dan supaya lebih efisien,” ungkapnya.

Hanya saja, Oemar mengungkapkan bahwa pemerintah memperkirakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Asian Games ke-18 adalah sebesar Rp 4 triliun sampai Rp 4,5 triliun.

Incheon Jadi Tolok Ukur
Lebih lanjut, Oemar mengatakan bahwa tidak hanya perihal anggaran yang menjadi fokus JK. Sebaliknya, perihal jumlah pertandingan juga diminta untuk dievaluasi karena saling mengait dengan besaran anggaran dari penyelenggaraan.

Oemar mengungkapkan JK meminta agar penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 mendatang berkaca dari suksesnya penyelengaraan Asian Games tahun 2014 di Incheon, Korea Selatan.

“Jumlah pertandingannya berapa, cabang olahraganya pun akan dilihat lagi memakai kriteria Incheon. Kalau Pak Wapres kriterianya jumlah pertandingan Incheon,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kedatangan Erick Thohir, Oemar mengatakan bahwa yang bersangkutan memaparkan persiapan dari penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 secara keseluruhan. Hal itu sebagai bentuk evaluasi, sehingga anggarannya bisa diefisienkan.

 

 

Novi Setuningsih/FMB

Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*