Menjadi Mentor Napi Wanita di Australia Kurangi Kemungkinan Berbuat Lagi

Ally Colquitt dipenjara karena menjual narkoba dan mendapat mentor agar dia tidak melakukan lagi tindak kriminal. (Sumber: ausrraliaplus.com/ABC News: Philippa McDonald)

Di Australia sebuah program mentor untuk membantu para napi perempuan kembali ke masyarakat usai menjalani hukuman sedang berusaha mencari sponsor dari kalangan bisnis. Keberhasilan program ini di atas 90 persen.

Baranews.co – Program ini diselenggarakan oleh sebuah LSM bernama Women’s Justice Network yang sudah melakukan program mentor dengan harapan mereka yang sudah menjalani hukuman tidak akan melakukan lagi tindak kejahatan.

Program ini diberi nama Women in Prison Advocacy Network sejak tahun 2008, dimana tiap napi mendapat pembimbing dari luar penjara, dan sejauh ini tingkat keberhasilan untuk tidak lagi melakukan tindak kejahatan mencapai 93 persen.

Ally Colquitt (33 tahun), adalah salah seorang napi tersebut, yang baru saja dibebaskan setelah menjalani hukuman 14 bulan penjara karena menjual narkoba.

“Saya dulu merasa bahwa saya tidak akan bisa keluar dari lingkar tindak kejahatan ini.” kata Colquitt.

Ally Colquitt, a first time offender who has just been released from jail with Courtney.
Ally Colquitt (kanan) dan mentornya Courtney Moon.

Enam bulan menjalani hukuman, Collquit mendapat mentor seorang mahasiswa yang belajar kerja sosial Courtney Moon yang berusia 23 tahun.

Selama delapan bulan berikutnya Moon banyak menulis surat kepada Colquitt di penjara.

“Ketika saya menerima surat dari Courtney, ini akan membuat hari-hari saya jadi terang, bahkan kadang terasa sepanjang minggu. Kita baru tahu betapa besarnya manfaat menerima surat bagi seseorang yang sedang di penjara seperti saya.”

Courtney Moon mengatakan bahwa Colquitt juga banyak melakukan hal untuk dirinya sendiri.

“Melihat dia tumbuh dia selalu punya motivasi tinggi dan tekad.”

Napi perempuan meningkat di NSW

Jumlah napi perempuan di negara bagian New South Wales meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Angka terbaru dari Biro Statistik dan Penelitian Kejahatan di bulan Desember 2016 terdapat 1.014 napi wanita di negara bagian tersebut, dan sepertiga diantara napi perempuan adalah warga aborijin.

Menurut Women’s Justice Network’s, 61 persen dari mereka yang berada di penjara adalah ibu rumah tangga, dua pertiga diantara mereka dihukum karena pelanggaran ringan, dan kebanyakan harus menunggu lama bagi sidang perkara mereka.

“Sekarang ini saya memiliki 190 orang yang sedang menunggu untuk masuk ke dalam program mentoring ini.” kata koordinator program tersebut Jennifer Lonji Lubwa.

“Ketika mereka sudah selesai menjalani tahanan, mereka tidak mendapat bantuan berarti. Mereka menghadapi banyak masalah dalam soal narkoba, kesehatan mental, banyak di antara mereka adalah korban kekerasan dalam rumah tangga dan ketika mereka selesai menjalani tahanan, layanan untuk membantu mereka sudah penuh.”

Hari Kamis (2/3/2017) di sebuah firma hukum di Sydney, Ally Colquitt berbicara di hadapan sekitar 100 orang dalam malam pengumpulan dana agar lebih banyak napi perempuan mendapat bantuan mentor.

“Kita perlu lebih banyak bantuan guna menolong orang-orang seperti saya, mereka yang masih di tahanan, yang kehilangan arah, yang putus asa, yang tidak memiliki orang yang bisa diajak bicara.”

“Mereka memiliki potensial namun banyak orang yang tidak memperdulikan mereka.”

Pemerintah negara bagian New South Wales sudah memberikan dana bagi program pencegahan bagi remaja putri dan program mentor untuk 50 perempuan dewasa di penjara.

Menurut Women’s Justice Network, biaya yang dihabiskan untuk membantu seorang perempuan untuk tidak melakukan tindak kriminal sekitar $ 45 ribu setiap tahun, sementara bila mereka dipenjara biaya untuk mereka adalah $ 69 ribu.

“Pesan kami hari ini adalah beri dukung dan penguatan adalah hal yang penting bagi para perempuan yang baru selesai menjalani hukuman, karena perempuan ini mampu, mereka kuat, dan penuh tekad, mereka hanya perlu mendapat kesempatan.” kata Lonji Lubwa. (Philippa McDonald/alihbahasa: Sastra Wijaya/australiaplus.com/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*