Kasus ‘Pelecehan Seksual’ di Uber dan Aksi ‘Hapus Uber’

Sumber: BBC Indonesia/Reuters

Uber di Amerika Serikat mengirim surat permohonan maaf kepada para pengguna yang hendak menghapus aplikasi transportasi online tersebut, menyusul dugaan pelecehan seksual yang terjadi di perusahaan.

Baranews.co – Kasus ini bermula ketika Susan Fowler, mantan teknisi di Uber Amerika, yang menulis blog berjudul “tahun yang aneh di Uber.” Melalui tulisannya itu dia menceritakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh manajernya.

Fowler mengklaim, aduannya terkait kasus itu kepada departemen sumber daya manusia Uber tidak mendapat tanggapan yang serius.

Blog Fowler itu menjadi viral di media sosial. Ajakan untuk menghapus aplikasi tersebut dari handphone, lewat #deleteuber ramai beredar.

UberHak atas fotoTWITTER

Misalnya cuitan Jim Halpin lewat akun Twitter-nya @jjhalpin yang menulis, “…daripada meminta sopir melakukan perekaman sidik jari dan pengecekan latar belakang, sebaiknya lakukan itu dulu kepada manajer perusahaan.”

Banyaknya suara-suara di media sosial membuat bos Uber, Travis Kalanick, menulis di akunnya bahwa tuduhan yang menimpa Uber, ‘mengerikan.’ Dia menjanjikan akan ada perbaikan di perusahaan.

ubverHak atas fotoTWITTER

Pada Rabu (22/02), Uber mengumumkan bahwa Eric Holder, yang merupakan Jaksa Agung pada masa pemerintahan Obama di 2009-2015, akan menginvestigasi tuduhan itu. Dia akan dibantu salah satu pimpinan Uber, Arianna Huffington, pendiri the Huffington Post.

Dan baru-baru ini, pengguna yang mengancam akan menghapus akun Uber mereka, dikirimi surat dari perusahaan itu bahwa pegawai Uber ‘terluka’ oleh tuduhan adanya pelecehan seksual. “Apa yang diungkapkan Susan Fowler di blog-nya bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan.”

UberHak atas TWITTER

Surat di Twitter itu dilengkapi pernyataan, “kami tidak bisa mengaktifkan kembali akun Anda, jika Anda memutuskan menghapusnya.”

Meskipun begitu, pernyataan itu tidak menghentikan gerakan sejumlah netizen untuk menghapus akun Uber-nya. (BBC Indonesia/swh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*