10.000 Langkah Per Hari Demi Kebugaran? Tanpa Dasar Ilimiah

Sasaran 10.000 langkah dibuat-buat saja karena didasarkan pada sebuah studi di Jepang, 50 tahun lalu. (Sumber: BBC Indonesia/SCIENCE PHOTO LIBRARY).

Seorang ilmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa aplikasi kebugaran ‘bisa berdampak buruk dibanding manfaatnya’.

Baranews.co – Dr Greg Hager, ahli komputer dari Universitas John Hopkins, mengatakan kepada BBC Newsbeat bahwa ‘amat sedikit’ aplikasi kebugaran yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah.

Beberapa aplikasi populer menetapkan 10.000 langkah per hari untuk penggunanya.

Namun Dr Hager mengatakan sasaran itu dibuat-buat saja karena didasarkan pada sebuah studi di Jepang, 50 tahun lalu.

Aplikasi kebugaran merupakan bisnis besar dengan ribuan jenis yang tersedia dan diunduh sampai lebih dari satu miliar kali di seluruh dunia.

Walau memang bisa bermanfaat, namun banyak aplikasi yang memberi ‘pujian’ kepada pengguna yang berjalan 10.000 langkah.

Olahraga
Beberapa aplikasi memberi pujian jika Anda melakukan 10.000 langkah.

“Banyak dari Anda yang mungkin mengenakan Fitbits atau sejenisnya dan saya yakin mereka sering memberi pesan menyenangkan ‘Anda melakukan 10.000 langkah hari ini,” jelas Dr Hager.

“Tapi kenapa 10.000 langkah penting? Apa yang besar dari 10.000?”

Ternyata, tambah Dr Hagher, tahun 1960 di Jepang sana ditemukan bahwa di kalangan rata-rata pria Jepang bahwa jika berjalan 10.000 langkah setiap hari maka mereka membakar sekitar 3.000 kalori, yang mendorong pemikiran hal itulah yang harus dilakukan orang pada umumnya.

“Jadi mereka mengambil 10.000 langkah sebagai angka.”

Padahal tujuan yang dibuat-buat bisa berdampak negatif.

Olahraga, kebugaran SCIENCE PHOTO LIBRARY
Masalah lainnya adalah munculnya semacam keyakinan bahwa banyak aplikasi kebugaran didasarkan pada landasan ilmiah.

“Bayangkan setiap orang berpikir mereka harus melakukan 10.000 langkah tapi Anda secara fisik tidak mampu melakukannnya, maka Anda bisa cedera atau merusak diri sendiri,” kata Dr Hager.

Tahun lalu sebuah studi juga menunjukkan penghitungan langkah sebenarnya tidak meningkatkan peluang Anda untuk mengurangi berat badan.

Namun masalah yang lebih besar, menurut Dr Hager, adalah munculnya semacam keyakinan bahwa banyak aplikasi kebugaran didasarkan pada landasan ilmiah.

“Dalam banyak kasus, tidak jelas hubungan antara yang kita ketahui berdasarkan bukti ilimiah dengan yang sebenarnya dimasukkan ke dalam aplikasi-aplikasi itu.” (BBC Indonesia/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*