Ikut Kunjungan ke Pulau Pramuka, Pria Ini Heran Ahok Disebut Penista

Ada sebuah pengalaman yang berkesan baginya. Setelah Basuki atau Ahok selesai pidato di Pulau Pramuka, warga mendadak meminta Ahok tidak segera meninggalkan pulau. Sebab, warga ingin memberikan sajian sukun goreng terlebih dahulu untuk Ahok.

Dok Astra International Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama didampingi Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah (kiri) dan Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo (ketiga kiri) melihat lukisan hasil karya anak-anak Pulau Pramuka pada acara Peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang Berseri di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Rabu (20/9/2016)

JAKARTA, Baranews.co – Wakil Ketua Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kebijakan Publik DPD Partai Golkar DKI, Bambang Waluyo, termasuk yang ikut kunjungan Basuki Tjahaja Purnama ke Kepulauan Seribu. Di Rumah Lembang, dia menceritakan ulang pengalamannya mendampingi Basuki di sana.

Ada sebuah pengalaman yang berkesan baginya. Setelah Basuki atau Ahok selesai pidato di Pulau Pramuka, warga mendadak meminta Ahok tidak segera meninggalkan pulau. Sebab, warga ingin memberikan sajian sukun goreng terlebih dahulu untuk Ahok.

“Rupanya itu tradisi, orang pulau kalau mereka senang dengan tamunya, mereka gorengin sukun,” ujar Bambang di Rumah Lembang, Menteng, Kamis (12/1/2017).

Bambang pun heran ketika kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu berujung ke permasalahan hukum. Ahok diduga melakukan penodaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

“Ketika ada laporan penistaan agama, kita bingung, kok kita waktu itu malah digorengin sukun? Kita dikasih racun harusnya dan enggak bakal bisa keluar dari situ,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, sajian sukun goreng itu dia nilai sebagai bentuk kebahagiaan warga pulau terhadap kedatangan Ahok. Apalagi, pidato Ahok sesungguhnya merupakan kabar gembira bagi warga pulau.

Bambang masih ingat, Ahok menyebut dirinya sebagai ‘tauke’ yang baik. Berbeda dengan ‘tauke’ lainnya, dia hanya meminta bagian 20 persen saja dari usaha budidaya ikan kerapu yang ditawarkan Pemprov DKI kepada warga pulau. Semua modal serta fasilitas usaha akan diberikan oleh Pemprov DKI.

Bambang mengatakan, ketika itu warga merasa senang dan bertepuk tangan. Menurut dia, Ahok ingin meyakinkan warga untuk mengikuti program tersebut. Ahok tidak mau warga berpikir ada kewajiban untuk memilihnya dalam Pilkada jika mereka mengikuti program itu.

Ahok menjamin program tersebut akan terus jalan meskipun dia kalah dalam Pilkada. Ahok bahkan mengingatkan warga bahwa dia masih bisa ikut memanen ikan bersama warga pulau.

Sebab, meski nantinya kalah Pilkada, Ahok masih menjabat sebagai gubernur hingga Oktober 2017 nanti.

Bambang tidak habis pikir kunjungan kerja yang menurutnya bermanfaat untuk warga pulau, malah berakhir menjadi kasus hukum. Sampai sekarang, dia merasa Ahok tidak melakukan penistaan apa-apa.

“Satu-satunya penistaan yang dilakukan Gubernur waktu itu adalah dia menghabiskan ikan kerapu yang saya kepingin. Sudah saya incar, eh dia yang habisin. Itu penistaan tuh he-he-he,” ujar Bambang bergurau. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*