“YouTuber” Bikin Jokowi Menunggu Saat “Blusukan”, Ini Ceritanya ….

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi sejumlah menteri kabinet kerja saat meninjau lokasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang diresmikan (21/12/2016) (Repro: KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN)

JAKARTA, Baranews.co – Dua kali sudah Presiden Joko Widodo mengajak “YouTuber” ke luar kota dalam rangka kunjungan kerja.

Pertama, perjalanan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah beberapa hari sebelum Natal.

Kedua, perjalanan ke Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara bertepatan dengan perayaan Natal.

Perjalanan pertama, Jokowi mengajak tiga orang “YouTuber”. Pada perjalanan kedua, Jokowi mengajak dua orang “YouTuber”.

“Betul. Itu atas kemauan Presiden sendiri,” ujar Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin di kantornya di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Presiden ingin ada peliputan dalam bentuk baru yang tidak ada pada media mainstream. Peliputan yang lebih luwes, kreatif dan dapat menyentuh segmen anak-anak muda.

Dalam perjalan pertama, Presiden mengajak “YouTuber” ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Presiden ingin menunjukkan bagaimana kondisi perbatasan saat ini.

“Sayangnya, YouTuber itu enggak ikut ketika Pos Lintas Batas Negara belum dibangun, dahulu. Jadi, dia hanya lihat kondisi sekarang saja yang sudah bagus, enggak lihat pas masih jelek,” ujar Bey.

Presiden lalu mengajak “YouTuber” melihat kondisi perbatasan Indonesia Timor Timur di NTT dilanjutkan dengan menghadiri perayaan Natal di Manado, Sulawesi Utara.

Para “YouTuber” kesulitan mengikuti ritme kerja Jokowi. Bey menceritakan, dua kali “YouTuber” terlambat mengikuti jadwal Presiden, yakni saat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Yang pertama itu jadwal Presiden berangkat dari hotel pukul 08.15 WIB. Sampai Presiden sudah ada di mobil, itu YouTuber masih di kamar,” ujar Bey.

Peristiwa keterlambatan yang kedua cukup parah. Presiden sudah naik pesawat, sementara sang “YouTuber” masih belum memasuki pesawat.

“Pak Presiden akhirnya menunggu sampai si YouTuber naik,” ujar Bey.

Selain soal keterlambatan, para “YouTuber” juga mengalami mabuk darat saat Presiden blusukan di daerah-daerah.

“Mungkin belum biasa. Beda dengan wartawan Istana yang sudah biasa. Jadi maklum saja mabuk darat,” ujar Bey.

Meski demikian, Bey mengaku cukup puas atas hasil video blog dari para “YouTuber” itu. Ia sudah melihat hasil karya “YouTuber”. Ia menunggu arahan Presiden untuk mengajak “YouTuber” pada kunjungan kerja selanjutnya. (Fabian Januarius Kuwado/kompas.com/if).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*